BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Polisi Telusuri Akun Media Sosial Biang Rusuh di Manokwari

JAKARTA, payakumbuhpos.com – Polri akan mengusut asal muasal kerusuhan Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Kemarahan masyarakat Manokwari, Sorong, dan Jayapura dipancing kabar yang tidak benar di media sosial.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo Polri sedang melakukan penelusuran pemilik akun media sosial yang memprovokasi kerusuhan Manokwari.

Penyebaran informasi yang keliru di sosial media tersebut menurut dia, diduga memicu kerusuhan Manokwari.

“Manokwari itu kondisinya sangat kondusif, jangan terprovokasi dengan ulah oknum tersebut yang memang ingin membuat keruh keadaan,” kata Dedi di Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Peristiwa di Surabaya itu sudah beres saat ini. Namun, penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial memicu kemarahan masyarakat Manokwari sehingga terjadi kerusuhan.

Senin pagi, sekelompok massa dari mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan. Awalnya, unjuk rasa berlangsung damai.

Gedung DPRD Provisi Papua Barat di Manokwari, bekas Kantor Gubernur Papua, dan sejumlah fasilitas umum dibakar massa dalam kerusuhan Manokwari.

Sebelumnya, Sabtu, 17 Agustus 2019, terjadi penggerebakan asrama mahasiswa Papua di Surabaya karena dugaan perusakan Bendera merah Putih. Tapi, pada tengah malam 43 mahasiswa itu sudah dipulangkan ke asrama.

Di kota Malang juga terjadi bentrokan polisi dengan mahasiswa asal Papua dalam demonstrasi pada Kamis, 15 Agustus 2019.
sumber – kabarpolisi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *