BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Polemik Podcast Deddy Corbuzier, Mahfud MD : Belum Ada UUD soal ini

Payakumbuhpos.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md turut menanggapi polemik konten podcast Deddy Corbuzier yang membahas isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

 

Menurut dia, Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga tak memiliki wewenang untuk melarang Deddy Corbuzier menampilkan konten LGBT di podcastnya.

 

“Ini negara demokrasi. Negara tak berwenang melarang Dedy Corbuzier menampilkan LGBT di podcast miliknya,” kata Mahfud Md kepada wartawan, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

 

Mahfud mengatakan masyarakat berhak mengkritik Deddy seperti halnya dia menampilkan video wawancara dengan LBGT tersebut. Kendati begitu, dia mengatakan hingga kini belum ada masalah hukum terkait konten LGBT yang dibahas Deddy Corbuzier di podcast miliknya.

 

“Belum ada masalah hukum dalam kasus ini. Ini masalah persepsi dan pandangan serta pilihan untuk sama-sama berekspresi,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

 

Sebelumnya, video konten wawancara Ragil Mahardika dan kekasih sejenisnya, Fred, panen kecaman netizen +62. Video berjudul “Tutorial Jadi Gay di Indo!! Pindah ke Jerman Ragil dan Fred,” itu diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier dan ditonton lebih dari 5,4 juta kali.

 

Kontroversi ini makin panas setelah tagar UnsubscribePodcastDeddy menembus trending topic Twitter Indonesia, Selasa (10/5/2022) siang. Kini, Deddy Corbuzier telah meminta maaf.

 

Deddy Corbuzier Minta Maaf

 

Mengunggah video konten wawancara dengan Gus Miftah, artis kelahiran Jakarta, 28 Desember 1976, ini minta maaf setelah jagat maya gaduh dan diwarnai tudingan Deddy Corbuzier mendukung LGBT.

 

“Seperti biasa ketika gaduh di sosmed. Saya minta maaf. Kebetulan masih dalam suasana bulan Syawal. Sejak awal saya bilang tidak mendukung kegiatan LGBT,” tulis Deddy Corbuzier.

 

Ayah satu anak ini berdalih wawancara dengan Ragil Mahardika dan Fred hanya ingin memperlihatkan keduanya sebagai manusia. Deddy Corbuzier pun tak berhak menghakimi mereka.

 

“Dan saya PRIBADI merasa tidak ber hak men judge mereka. Mereka menyimpang, saya paham.. Dan saya tidak mendukung hal itu. Tapi fenomena itu nyata dan Ada di sekitar kita… Itu yang saya bahas,” ocehnya.

 

Terkait judul yang dinilai kelewat bombastis dan alasan mengundang Ragil Mahardika bareng Fred, Deddy Corbuzier ujung-ujungnya mengajak masyarakat menonton video konten produksi terbarunya di YouTube.

 

“Sekali lagi mohon maaf buat semua pihak yang terimbas akan hal ini termasuk mereka. I’m taking down the video (saya turunkan video wawancara Ragil Mahardika),” beri tahu Deddy Corbuzier.

 

 

Source : Liputan 6

 

Editor : Abil Muhari

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *