BERITA UTAMA

Perjuangkan Pemekaran Nagari, Rezka Oktoberia: 71 Miliar untuk Pasaman Barat

LUBUK SIKAPING - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Mei 2022 lalu Kementerian Dalam Negeri secara resmi meluncurkan kode wilayah bagi 59...
BERITA UTAMA

Ketua DPW Lapas IIA Bukittinggi Ny.Sri Astuti Marten Pimpin Momen Tabur Bunga di TMP Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas) Sumatra Barat (Sumbar) yang tergabung dalam beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan ziarah dan...
BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Dan SMSI Pekanbaru Bertemu, Silaturahmi Tanpa Batas

Pekan Baru --- Kedatangan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak 50 (Payakumbuh-Limapuluh Kota) ke Bumi Lancang Kuning disambut hangat...
BERITA UTAMA

PAC Pemuda Pancasila Pasar Minggu Berbagi Bingkisan Paket Sembako dan Pengamanan Natal 2022 di Gereja

JAKARTA - Beragam cara umat Kristen (Katolik dan Protestan) merayakan hari Raya Natal yang diperingati setiap tahun di setiap tanggal...
BERITA UTAMA

SLE Peduli, Berikan Bantuan Sembako dan Ikut Mengamankan Natal 2022

JAKARTA - Yayasan Sentosa Laju Energy (SLE) menggandeng Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) dan Lembaga Perekonomian Nahdahtul Ulama (LPNU) Jakarta...

Polemik Podcast Deddy Corbuzier, Mahfud MD : Belum Ada UUD soal ini

  • Bagikan

Payakumbuhpos.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md turut menanggapi polemik konten podcast Deddy Corbuzier yang membahas isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

 

Menurut dia, Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga tak memiliki wewenang untuk melarang Deddy Corbuzier menampilkan konten LGBT di podcastnya.

 

“Ini negara demokrasi. Negara tak berwenang melarang Dedy Corbuzier menampilkan LGBT di podcast miliknya,” kata Mahfud Md kepada wartawan, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

 

Mahfud mengatakan masyarakat berhak mengkritik Deddy seperti halnya dia menampilkan video wawancara dengan LBGT tersebut. Kendati begitu, dia mengatakan hingga kini belum ada masalah hukum terkait konten LGBT yang dibahas Deddy Corbuzier di podcast miliknya.

 

“Belum ada masalah hukum dalam kasus ini. Ini masalah persepsi dan pandangan serta pilihan untuk sama-sama berekspresi,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

 

Sebelumnya, video konten wawancara Ragil Mahardika dan kekasih sejenisnya, Fred, panen kecaman netizen +62. Video berjudul “Tutorial Jadi Gay di Indo!! Pindah ke Jerman Ragil dan Fred,” itu diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier dan ditonton lebih dari 5,4 juta kali.

 

Kontroversi ini makin panas setelah tagar UnsubscribePodcastDeddy menembus trending topic Twitter Indonesia, Selasa (10/5/2022) siang. Kini, Deddy Corbuzier telah meminta maaf.

 

Deddy Corbuzier Minta Maaf

 

Mengunggah video konten wawancara dengan Gus Miftah, artis kelahiran Jakarta, 28 Desember 1976, ini minta maaf setelah jagat maya gaduh dan diwarnai tudingan Deddy Corbuzier mendukung LGBT.

 

“Seperti biasa ketika gaduh di sosmed. Saya minta maaf. Kebetulan masih dalam suasana bulan Syawal. Sejak awal saya bilang tidak mendukung kegiatan LGBT,” tulis Deddy Corbuzier.

 

Ayah satu anak ini berdalih wawancara dengan Ragil Mahardika dan Fred hanya ingin memperlihatkan keduanya sebagai manusia. Deddy Corbuzier pun tak berhak menghakimi mereka.

 

“Dan saya PRIBADI merasa tidak ber hak men judge mereka. Mereka menyimpang, saya paham.. Dan saya tidak mendukung hal itu. Tapi fenomena itu nyata dan Ada di sekitar kita… Itu yang saya bahas,” ocehnya.

 

Terkait judul yang dinilai kelewat bombastis dan alasan mengundang Ragil Mahardika bareng Fred, Deddy Corbuzier ujung-ujungnya mengajak masyarakat menonton video konten produksi terbarunya di YouTube.

 

“Sekali lagi mohon maaf buat semua pihak yang terimbas akan hal ini termasuk mereka. I’m taking down the video (saya turunkan video wawancara Ragil Mahardika),” beri tahu Deddy Corbuzier.

 

 

Source : Liputan 6

 

Editor : Abil Muhari

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.