BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

PKS : Papua Perlu Cinta dari Kita Semua

Mardani Ali Sera

JAKARTA, Payakumbuhpos.com – Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPR RI Mardani Ali Sera angkat bicara terkait insiden yang terjadi di Manokwari, Papua Barat. Unjuk rasa yang berujung rusuh itu disebut dipicu oleh insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang pada 16 Agustus lalu. Menurut Mardani, menyelesaikan masalah ini harus dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

“Yang pertama, semua pihak harus berhati lapang dan berkepala dingin. Papua perlu cinta dari kita semua. Tidak boleh ada sikap-sikap yang emosional,” jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8) seperti dikutip Merdeka.com

Insiden tersebut, lanjutnya, tak akan terjadi jika tak ada sebabnya. Dalam persoalan ini menurutnya jangan mencari siapa yang salah tapi dimana letak kesalahan. Kemudian penanganannya harus dengan duduk bersama mencari solusi.

“Jangan mencari siapa yang salah. Tapi cari dimana letak yang salah. Duduk bareng, ayo sayangi Papua seperti kita menyayangi yang lain. Harus lebih banyak lagi kasih sayang kita pada Papua. Indonesia sangat perlu mencurahkan perhatian sepenuhnya pada Papua. Jadi kalau hatinya lapang, kepalanya dingin, masalah Papua selesai,” jelasnya.

“Kalau ada yang minta maaf ada yang salah, kita minta maaf,” imbuhnya.

Terkait adanya informasi pembakaran bendera, Mardani mengatakan hal itu harus disikapi dengan kepala dingin. Bukan dengan amarah. Satu orang oknum yang melakukan pembakaran tidak mencerminkan banyak orang.

“Nanti ada bendera kita dibakar, bendera diinjak, jangan marah. Satu orang itu tidak mencerminkan banyak. Ya dicari sebabnya apa begitu, dicari akarnya kenapa,” jelasnya.

Dia juga meminta agar isu seperti bakar bendera jangan dibesar-besarkan, namun dicari akar persoalannya. Persoalan seperti ini menurutnya akan menguras energi masyarakat.

“Jangan dibesarkan. Saya cenderung yang gini tuh energi sosial kita jangan habis untuk perkara kecil. Waktu itu ada anjing yang masuk masjid. Jangan digede-gedein, ya salah. Tetapi (harus berpikir) jangan-jangan dia enggak tahu, ternyata belakangan dia punya masalah kejiwaan. Sudah jangan digede-gedein yang gini-gini tuh sayang,” jelasnya.

“Kalau enggak kita tuh kayak rumput kering yang dibakar. Yang bakar tuh orang yang enggak suka kita guyub, rukun, damai. Pihak lain gitu loh. Jangan, jangan. Enggak usah (aparat) represif. Pakai hati saja. Kapolri kita pandai sekali. Pak Tito (Karnavian) itu sangat mengerti Papua, orang dia (mantan) Kapolda Papua waktu itu. Harusnya aparat ikut Kapolri,” tutupnya. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *