BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

PKS : Papua Perlu Cinta dari Kita Semua

Mardani Ali Sera

JAKARTA, Payakumbuhpos.com – Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPR RI Mardani Ali Sera angkat bicara terkait insiden yang terjadi di Manokwari, Papua Barat. Unjuk rasa yang berujung rusuh itu disebut dipicu oleh insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang pada 16 Agustus lalu. Menurut Mardani, menyelesaikan masalah ini harus dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

“Yang pertama, semua pihak harus berhati lapang dan berkepala dingin. Papua perlu cinta dari kita semua. Tidak boleh ada sikap-sikap yang emosional,” jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8) seperti dikutip Merdeka.com

Insiden tersebut, lanjutnya, tak akan terjadi jika tak ada sebabnya. Dalam persoalan ini menurutnya jangan mencari siapa yang salah tapi dimana letak kesalahan. Kemudian penanganannya harus dengan duduk bersama mencari solusi.

“Jangan mencari siapa yang salah. Tapi cari dimana letak yang salah. Duduk bareng, ayo sayangi Papua seperti kita menyayangi yang lain. Harus lebih banyak lagi kasih sayang kita pada Papua. Indonesia sangat perlu mencurahkan perhatian sepenuhnya pada Papua. Jadi kalau hatinya lapang, kepalanya dingin, masalah Papua selesai,” jelasnya.

“Kalau ada yang minta maaf ada yang salah, kita minta maaf,” imbuhnya.

Terkait adanya informasi pembakaran bendera, Mardani mengatakan hal itu harus disikapi dengan kepala dingin. Bukan dengan amarah. Satu orang oknum yang melakukan pembakaran tidak mencerminkan banyak orang.

“Nanti ada bendera kita dibakar, bendera diinjak, jangan marah. Satu orang itu tidak mencerminkan banyak. Ya dicari sebabnya apa begitu, dicari akarnya kenapa,” jelasnya.

Dia juga meminta agar isu seperti bakar bendera jangan dibesar-besarkan, namun dicari akar persoalannya. Persoalan seperti ini menurutnya akan menguras energi masyarakat.

“Jangan dibesarkan. Saya cenderung yang gini tuh energi sosial kita jangan habis untuk perkara kecil. Waktu itu ada anjing yang masuk masjid. Jangan digede-gedein, ya salah. Tetapi (harus berpikir) jangan-jangan dia enggak tahu, ternyata belakangan dia punya masalah kejiwaan. Sudah jangan digede-gedein yang gini-gini tuh sayang,” jelasnya.

“Kalau enggak kita tuh kayak rumput kering yang dibakar. Yang bakar tuh orang yang enggak suka kita guyub, rukun, damai. Pihak lain gitu loh. Jangan, jangan. Enggak usah (aparat) represif. Pakai hati saja. Kapolri kita pandai sekali. Pak Tito (Karnavian) itu sangat mengerti Papua, orang dia (mantan) Kapolda Papua waktu itu. Harusnya aparat ikut Kapolri,” tutupnya. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *