BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Pertumbuhan dana dan kredit di Bank Nagari Padang Panjang 2019 Membaik

Payakumbuhpos.com – Perkembangan sektor keuangan dan perbankan di Kota Padang Panjang, termasuk di Bank Nagari, selama satu tahun terakhir terus membaik, sejalan dengan normalnya kembali aktifitas perdagangan di pasar setempat.

Kepala Cabang Nagari Padang Panjang Zulhendri, SE memaparkan selama satu tahun terakhir (2018 – 2019) pertumbuhan dana di Bank Nagari mencapai Rp373 miliar, atau naik sebesar Rp63 miliar dibandingkan 2018.

Realisasi penyerapan dana sampai Agustus 2019, jelas Zulhendri, berasal dari tabungan masyarakat Rp181 miliar,  deposito Rp113 miliar dan Giro Rp79 miliar.

Sementara itu, realisasi sektor kredit pada periode yang sama mencapai Rp325 miliar, atau bertambah sebesar Rp30 miliar sampai Agustus 2019.

“Sebagian besar realisasi kredit sampai Agustus 2019 diserap oleh sektor kredit konsumen, yakni sekitar 75 persen. Sisanya sekitar 25 persen diserap sektor jasa dan perdagangan,” papar Zulhendri, di ruangan kerjanya, Senin (30/9).

Salah satu sektor penyerap dana kredit ini adalah para pedagang Pasar Baru Padang Panjang. Pasca dioperasikannya, kata Zulhendri, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada para Pedagang naik secara signifikan.

Pada tahun 2018, realisasi penyaluran KUR bagi para pedagang melebihi dari plafon Rp25 miliar yang diberikan kantor pusat Bank Nagari menjadi Rp30 miliar.

“Pada tahun 2019 plafon KUR Bank Nagari Padang Panjang dinaikkan kantor pusat menjadi Rp35 miliar. Sampai semester pertama 2019 sudah tersalur setengahnya dari plafon tersebut,”ujar Zulhendri.

Namun, Zulhendri menyatakan pengoperasian pasar baru kota Padang Panjang menimbulkan dilema bagi Bank Nagari. Sebab dengan status pasar milik Pemko Padang Panjang, maka toko yang ditempati para Pedagang tidak bisa lagi dipakai sebagai agunan kredit.

Secara hukum Verkoning yang dimiliki para pedagang tidak bisa dijadikan agunan dalam pengajuan kredit.

Tetapi untuk masalah ini, jelas Cien, dia sudah memberikan masukan kepada Pemko Padang Panjang supaya dicarikan jalan keluar supaya pengelolaan aset pasar juga berkembang ke depannya. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *