BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Pertumbuhan dana dan kredit di Bank Nagari Padang Panjang 2019 Membaik

Payakumbuhpos.com – Perkembangan sektor keuangan dan perbankan di Kota Padang Panjang, termasuk di Bank Nagari, selama satu tahun terakhir terus membaik, sejalan dengan normalnya kembali aktifitas perdagangan di pasar setempat.

Kepala Cabang Nagari Padang Panjang Zulhendri, SE memaparkan selama satu tahun terakhir (2018 – 2019) pertumbuhan dana di Bank Nagari mencapai Rp373 miliar, atau naik sebesar Rp63 miliar dibandingkan 2018.

Realisasi penyerapan dana sampai Agustus 2019, jelas Zulhendri, berasal dari tabungan masyarakat Rp181 miliar,  deposito Rp113 miliar dan Giro Rp79 miliar.

Sementara itu, realisasi sektor kredit pada periode yang sama mencapai Rp325 miliar, atau bertambah sebesar Rp30 miliar sampai Agustus 2019.

“Sebagian besar realisasi kredit sampai Agustus 2019 diserap oleh sektor kredit konsumen, yakni sekitar 75 persen. Sisanya sekitar 25 persen diserap sektor jasa dan perdagangan,” papar Zulhendri, di ruangan kerjanya, Senin (30/9).

Salah satu sektor penyerap dana kredit ini adalah para pedagang Pasar Baru Padang Panjang. Pasca dioperasikannya, kata Zulhendri, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada para Pedagang naik secara signifikan.

Pada tahun 2018, realisasi penyaluran KUR bagi para pedagang melebihi dari plafon Rp25 miliar yang diberikan kantor pusat Bank Nagari menjadi Rp30 miliar.

“Pada tahun 2019 plafon KUR Bank Nagari Padang Panjang dinaikkan kantor pusat menjadi Rp35 miliar. Sampai semester pertama 2019 sudah tersalur setengahnya dari plafon tersebut,”ujar Zulhendri.

Namun, Zulhendri menyatakan pengoperasian pasar baru kota Padang Panjang menimbulkan dilema bagi Bank Nagari. Sebab dengan status pasar milik Pemko Padang Panjang, maka toko yang ditempati para Pedagang tidak bisa lagi dipakai sebagai agunan kredit.

Secara hukum Verkoning yang dimiliki para pedagang tidak bisa dijadikan agunan dalam pengajuan kredit.

Tetapi untuk masalah ini, jelas Cien, dia sudah memberikan masukan kepada Pemko Padang Panjang supaya dicarikan jalan keluar supaya pengelolaan aset pasar juga berkembang ke depannya. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *