BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Pertamina Edukasi Pelaku Usaha Menengah Keatas Agar Pakai Gas 5,5 Kg Non Subsidi Di Payakumbuh

Payakumbuh — Kelangkaan gas LPG 3Kg bersubsidi yang terjadi di masyarakat pada umumnya didalangi oleh adanya pemakaian secara masiv oleh pelaku usaha menengah keatas, seyogyanya pelaku usaha mikro atau ibu-ibu di rumah tangga yang kategori miskinlah yang seharusnya mengakses itu sesuai dengan haknya.

Sales Brand Manager (SBM) Rayon 4 Pertamina Sumatra Barat Desra Rahmayadi didampingi Kabag Perekonomian Pemko Payakumbuh Arif Siswandi dan Kasubag Elfian, serta Kabid Perdagangan Disperdag UKM Israneldi melaksanakan monitoring dan edukasi kepada pemilik usaha menengah keatas di Payakumbuh untuk mengganti penggunaan tabung gas LPG 3Kg bersubsidi (tabung hijau) ke tabung gas 5,5Kg (tabung pink).

Dalam kesempatan itu, tim mengunjungi salahsatu rumah makan dan menemukan ada 6 tabung gas 3Kg yang dipakai oleh pengusaha itu. Tim tidak melakukan penyitaan tapi menganjurkan kepada pemilik usaha untuk mengganti tabungnya.

“Kita mengedukasi kepada pemilik usaha menengah keatas kalau penggunaan tabung gas 3Kg itu seharusnya bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat miskin,” ujarnya.

Sebagai gantinya, SBM yang didampingi pihak agen Pertamina menukarkan 2 tabung gas LPG 3kg milik pelaku usaha dengan 1 tabung gas LPG 5,5 Kg secara gratis.

Lanjutnya, sebuah usaha kalau penggunaannya lebih dari 1 tabung gas LPG 3Kg, maka itu sudah masuk usaha menengah keatas dan harus segera mengganti ke LPG non subsidi.

Kelangkaan yang terjadi, ungkap Desra, kuota gas LPG 3Kg bersubsidi sudah ditentukan oleh Pertamina selama setahun untuk 1 kota/kabupaten, sehingga ada masyarakat yang harusnya dapat LPG 3Kg namun haknya terampas oleh pelaku ekonomi menengah keatas karena mereka menggunakan gas 3kg dalam jumlah banyak. Akhirnya kebutuhan rumah tangga miskin menjadi tidak terpenuhi.

“Kita dari Pemko melakukan pendampingan kepada program pertamina, regulasi energi dan migas ini ada di pemerintah pusat, karena kewenangan kita terbatas, maka dari Pemko sudah membuat himbauan kepada pemilik usaha menengah keatas agar mengganti tabung gasnya ke non subsidi, semoga terbuka hati nuraninya untuk tidak merampas hak warga miskin dan pelaku usaha mikro,” kata Arif Siswandi.

Dari segi pasokan, Arif Siswandi mengatakan selama beberapa tahun ini di Payakumbuh tidak terjadi kelangkaan gas LPG 3Kg bersubsidi, bahkan tahun ini kuotanya bertambah. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *