BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Peringatan PGRI dan Hari Guru Ke 76 di Padang Mengatas Berlangsung Khidmat

LIMAPULUH KOTA – Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa. banyak yang telah berhasil meraih cita cita berkat tangan sang pendidik tersebut. Makanya pemerintah telah menetapkan setiap tanggal 25 November setiap tahun nya di peringati sebagai” Hari Guru”.

Pada tahun ini, dalam memperingati hari guru, Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) Kabupaten Limapuluh Kota menggelar upacara bendera yang berlangsung di Lapangan Den Zipur Padang Mengatas, Kamis 25 November 2021.

Upacara memperingati hari Guru yang menghadirkan seluruh Kepala Sekolah dan Perwakilan Guru mulai dari tingkat Guru PAUD, Sekolah Dasar, SLTP dan tingkat SLTA di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Apel Kamis pagi tersebut sebagai inspektur upacara Sudirman,S.Pd dan sebagai pembina upacara Bupati 50 Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo.

Dalam sambutan Bupati 50 Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo menyampaikan pidato Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada Hari Guru Nasional tahun 2021.

“Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian.Kita tersandung dengan adanya pendemi. Guru dari sabang sampai merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan dan terpukul secara batin. Guru mau tidak mau mendatangi rumah rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak tinggal pelajaran.Guru mau tidak.mau harus mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal.Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan .Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, Kesepian dan kehilangan disiplin.Tidak hanya psikologis, karena pembelajaran jarak jauh ( PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan,” ucap Bupati menyampaikan Pidato Mentri di hadapan para guru.

Selanjutnya Bupati Safaruddin menyampaikan sangat wajar jika dalam.situasi ini banyak guru terdemotivasi

“Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi tapi ternyata ada fenomena yang tak terkira. Saat saya menginap di rumah Guru Honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah guru penggerak di Yogyakarta, Saat saya menginap bersama santri di Pesantren di Jawa Timur. Saya sama.sekali tidak me.dengar kata putus asa,” imbuh Bupati membacakan pidato Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Sementara Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kabupaten Limapuluh Kota Indrawati menyampaikan sejarah singkat PGRI.

“PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semangat kemerdekaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru guru pribumi pada zaman belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda
(PGHB). Organisasi ini bersifat unitariistik yang anggotanya terdiri dari Guru bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda beda, mereka pada umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat. Disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak ke agamaan, Kebangsaan dan yang lain nya,” ucap Indrawati.

Selanjutnya Indrawati mengatakan PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dan pemerintah daerah berjuang secara konsisten dalam meningkatkan harkat martabat dan marwah para guru.

“Banyak perjuangan yang di hasilkan PGRI antara lain lahirnya undang-undang nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang dikuatkan dengan peraturan pemerintah nomor 74 / 2008 yang berimplikasi adanya tunjangan profesi yang hingga kini dinikmati para pendidik di seluruh tanah air,” imbuh Indrawati.

Kemudian Indrawati juga menyampaikan PGRI berkomitmen dalam memperjuangkan nasib para guru honorer.

“PGRI juga berkomitmen dalam memperjuangkan nasib para guru honorer dengan kategori maupun non kategori khusunya berusia di atas 35 tahun, agar diberikan kesempatan menjadi ASN melalui jalur ASN-PPPK sebagaimana diatur dalam PP No 49 tahun 2018 maupun jalur CPNS sebagaimana diatur dalam PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. PGRI juga memberikan masukan masukan yang konstruktif terhadap peta jalan pendidikan ( PJP) Nasional, Minibus law pendidikan. PP 57 tahun 2021 pemberian afirmasi yang berkeadilan dalam perekrutan guru ASN, PPPK, Penyelenggaraan PPG dan kebijakan tata kelola guru lain nya,” imbuh Indrawati.

Pada peringatan Hari Guru dan PGRI yang Ke 76 di Lapangan Den Zipur turut di hadiri Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Bandaro Rajo dan Forkopimda serta Forkopimca dan tamu undangan. Di Usia yang 76 Semoga PGRI Semakin jaya terus mengabdi negeri dan memberi arti untuk Indonesia. Kegiatan berlangsung sukses dengan mematuhi protokol kesehatan.
(Benpi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *