BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Perang Saudara ; Singa Panjshir Rebut Tiga Distrik yang Dikuasai Taliban

Pasukan Afganistan,anti Taliban

KABUL – Ahmad Massoud, putra pejuang anti-Taliban Ahmad Shah Massoud, yang dikenal sebagai Singa Panjshir menyerukan dukungan untuk mempimpin perlawanan terhadap Taliban di Afghanistan.

Ahmad Massoud kini menjadi pemimpin Front Perlawanan Nasional Afghanistan dikabarkan telah merebut kembali tiga distrik. Ia bertekad akan terus melakukan perlawan terhadap Taliban.

Ahmad Massoud mengatakan dia akan mengikuti jejak ayahnya dan tidak akan menyerah kepada Taliban yang telah merebut negara itu setelah AS dan pasukan sekutu yang kini hampir melarikan diri dari Kabul.

“Saya baru saja berbicara dengan Ahmad Massoud di telepon. Dia mengatakan kepada saya: “Saya adalah putra Ahmad Shah Massoud; menyerah bukanlah bagian dari kosakata saya.” Ini adalah awal. Perlawanan baru saja dimulai,” kata Filsuf Prancis Bernard-Henri Lévy.

Massoud adalah putra Ahmad Shah Massoud, yang dikenal sebagai Singa Panjshir dan memimpin perlawanan terkuat melawan Taliban dari bentengnya di lembah sampai dia dibunuh dua hari sebelum 9/11 oleh teroris al Qaeda asal Maroko.

Lembah Panjshir, yang tidak pernah jatuh ke tangan Taliban selama perang saudara tahun 1990-an dan tidak ditaklukkan oleh Soviet satu dekade sebelumnya, sekarang menjadi tempat terakhir yang tersisa bagi Afghanistan melawan pasukan Sunni Pashtun.

“Ayah saya, Komandan Massoud, pahlawan nasional kita, mewariskan kepada saya sebuah warisan: dan warisan itu adalah untuk memperjuangkan kebebasan warga Afghanistan.”

“Pertarungan itu sekarang menjadi milikku yang tidak dapat diubah. Rekan-rekan seperjuangan saya dan saya siap mendonorkan darah kami.”

“Kami menyerukan kepada semua warga Afghanistan yang bebas, semua orang yang menolak perbudakan, untuk bergabung dengan benteng Panjshir kami, wilayah bebas terakhir di tanah kami yang tersiksa.”

“Kepada warga Afghanistan dari semua wilayah dan suku, saya katakan: berperanglah dengan kami!,” kata Massoud mengatakan dalam sebuah surat kepada Levy pada 16 Agustus.

Dia juga meminta bantuan dari orang-orang di Prancis, Eropa, Amerika dan dunia Arab, yang katanya membantu mereka dalam perjuangan mereka melawan Soviet dan kemudian melawan Taliban 20 tahun yang lalu.

“Saya bertanya: Maukah Anda, teman-teman terkasih dalam kebebasan, membantu kami sekali lagi, seperti di masa lalu? Terlepas dari pengkhianatan beberapa orang, kami masih memiliki kepercayaan pada Anda. Kami orang Afghanistan menemukan diri kami dalam situasi Eropa pada tahun 1940. Kecuali di Panjshir, bencana hampir total, dan semangat kerjasama dengan Taliban menyebar di antara mereka yang kalah, yang kalah perang ini karena kegagalan mereka sendiri. Hanya kita yang tetap berdiri. Dan kami tidak akan pernah menyerah,” katanya.

Beberapa foto di media sosial menunjukkan Massoud bertemu dengan wakil presiden Afganistan, Amrullah Saleh, dalam upaya untuk menghadapi Taliban.

Saleh telah menegaskan di Twitter bahwa dia sekarang adalah presiden yang sah di negara itu setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke Uni Emirat Arab.***

Source : Reutes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *