BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Pemko Payakumbuh Targetkan PAD Parkir Sebesar 3 Miliyard

Payakumbuh- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh dibebankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3 Miliar untuk 2019 ini. Target itu terbilang tinggi, karena pada 2018 lalu dari target Rp2,4 M yang mampu dicapai hanya Rp1,8 M.

Kepala UPT Perparkiran Dishub Kota Payakumbuh, Arman Riska mengakui, untuk mencapai target pada 2019 ini cukup berat. Karena sampai sejauh ini tidak ada penambahan lahan parkir di wilayah Kota Payakumbuh.

“Kami sebenarnya berharap target tetap sama dengan tahun lalu. Kalau memang target Rp2,4 M yang sebelumnya ditetapkan sudah tercapai baru target PAD-nya ditingkatkan,” kata Arman Riska saat d temui d ruang kerjanya, Kamis (28/03/2019)

Pria yang akrab disapa Eka itu menyebut, untuk tarif parkir di daerah tersebut diatur dalam Perda nomor 19 tahun 2011 tentang tarif parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus, kemudian juga diatur melalui Perwako Nomor 99 tahun 2017 tentang perubahan tarif retribisi pelayanan parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus.

Dari dua regulasi tersebut ditetapkan ada kenaikan tarif parkir dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk roda dua, dari sebelumnya Rp1.000 naik menjadi Rp2.000, kemudian untuk mobil dari Rp2.000 menjadi Rp3.000.

“Perwako ini sudah mulai kita berlakukan mulai akhir 2018. Meski demikian, kenaikan tarif parkir itu tak mampu memenuhi target Rp2,4 M yang ditetapkan,” jelasnya.

Eka melanjutkan, sampai sejauh ini pihaknya mengelola sebanyak 25 titik parkir dengan menunjuk orang khusus melalui Surat Keputusan (SK).

“Melalui SK tersebut, setiap petugas diberikan target perhari yang harus disetor. Untuk masing-masing titik target yang ditetapkan juga berbeda,” terang Eka.

Dijelaskannya, untuk bisa menggenjot PAD dari sektor parkir perlu dilakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa berkontribusi maksimal, sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai.

“Selain itu kami juga berharap ada lapangan parkir khusus yang nantinya menggunakan sistem tarif perjam,” pungkasnya. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *