BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Pelaku Penganiayaan Ketua Pemuda Pancasila Bukittinggi Diringkus

Para terduga di Mapolres Bukittinggi.

BUKITTINGGI – Berkat kerja keras dan berbagai upaya, akhirnya Tim King Tiger Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi dibawah pimpinan Kanit Buser Ipda Fikri Rahmadi, berhasil meringkus enam orang terduga pelaku penganiayaan terhadap Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC Kota Bukittinggi Suhendra Syamsudin.

Peristiwa pembacokan itu sendiri terjadi pada sabtu malam 9 Juni 2018 sekitar pukul 22.30 WIB, di Kantor Pemuda Pancasila Bukittinggi Jalan Pemuda nomor 1, depan Rumah Potong Hewan. Dan kasus ini baru berhasil diungkap pada Kamis 14 Maret 2019 kemaren.

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi AKP Andi Mohamad Akbar Mekuo, Jum’at (15/3/2019), menuturkan, ke enam terduga pelaku ini, masing-masingnya berinisial A (37), H (37), R (35), D (29), Y (26), dan HN (39), eksekutornya satu orang, sedangkan lima lainnya memiliki peran yang berbeda saat kejadian.

“Butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap kasus penganiayaan ini, karena satu orang pelaku utama pada saat melakukan aksinya memakai penutup wajah, sehingga tidak terlihat secara jelas wajahnya oleh korban, dan kejadian juga berlangsung cepat, hingga si pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor,” jelasnya dilansir dari rri.co.id.

Menurut Andi Mohamad Akbar Mekuo, kronologis penangkapan terduga pelaku itu, sebelumnya Tim King Tiger Satuan Reserse dan Kriminal telah melakukan penyelidikan, dan Kamis kemaren terjadi pengrusakan rumah seseorang di wilayah Bukittinggi, setelah di kroscek pelakunya diamankan, dan ternyata pelaku itu sama dengan pelaku pembacokan Ketua Ormas Pemuda Pancasila.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku secara mendalam, pelaku juga mengakui melakukan pembacokan, ditelusuri barang bukti, hingga terduga pelaku yang menjadi eksekutor, otak pelaku, serta terduga pelaku lainnya dengan jumlah enam orang berhasil diamankan,” terangnya.

Keberhasilan mengungkap kasus ini sambung Andi Mohamad Akbar Mekuo, tidak terlepas dari upaya pengumpulan barang bukti, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), hasil pengecekan rekaman CCTV, serta informasi dari keterangan saksi.

“Guna kepentingan penyidikan, ke enam orang terduga pelaku kini ditempatkan di rumah tahanan polres bukittinggi selama 20 hari, terhitung 15 Maret hingga 03 April 2019, dan tim penyidik serta penyidik pembantu yang terdiri dari 8 orang, akan segera melaporkan pelaksanaannya dan membuat berita acara penahanan,” ulasnya.

Andi Mohamad Akbar Mekuo menambahkan, terkait apa motif mereka melakukan penganiyaan dengan membacok Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC Kota Bukittinggi itu, masih didalami oleh tim penyidik melalui pemeriksaan secara intens terhadap enam orang terduga pelaku.

“Terkait kasus pembacokan ini, ke enam terduga pelaku untuk sementara diprasangkakan pasal 351 jo 56 KUHpidana, dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun,” tukasnya. (editor)

Sumber rri.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *