BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Payakumbuh Kota Randang Tinggal Selangkah Lagi

PAYAKUMBUH – Keinginan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menjadi Kota Randang tinggal menghitung hari. Selangkah lagi, Kota ini akan menjadi sentral bisnis rendang Indonesia. Tidak hanya memproduksi, tetapi Pemko Payakumbuh akan mengakomodir pengolahan rendang secara modern agar bisa membuka pasar ke luar negeri. Termasuk menyelamatkan rendang atas klaim hak paten rendang dari negara asing.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemko Payakumbuh sedang mempersiapkan segala kebutuhan yang bisa mendukung teknologi Retouch. Sebuah teknologi hasil kerja sama dengan negara Jerman yang akan menjaga kualitas rendang. Baik dari kualitas bahan baku, rendang yang sudah jadi maupun kemasan secara modern yang bisa diterima oleh dunia internasional. Nantinya, beberapa lokasi di Kota Payakumbuh akan menjadi sentral rendang. Baik untuk memproduksi, pengolahan, bisnis, penampungan maupun penyediaan bahan baku dalam jumlah yang besar.

Kabid Humas Pemko Payakumbuh, Irwan Suwandi menuturkan persiapan untuk mengaplikasikan rencana ini sudah hampir selesai. Tahun 2019 mendatang, teknologi Retouch sudah tersedia di Payakumbuh. Di tahun ini juga, lokasi yang menjadi sentral rendang sudah beroperasi.

“Nantinya teknologi ini bisa menjaga kualitas rendang. Bagaimana standarisasi untuk kadar minyak, santan, daging, rempah-rempah maupun lada diatur oleh alat ini. Namun sebelum beroperasi, Pemko Payakumbuh sudah bekerja sama dengan Universitas Andalas untuk edukasi kepada masyarakat,” kata Irwan, Jumat (30/11/2018).

Irwan menyampaikan maksud Payakumbuh Kota Rendang bukan berarti Rendang menjadi milik Payakumbuh. Tetapi, akan menjadi pusat bisnis rendang. Para pengusaha rendang maupun pemerintah bisa bermitra dengan masyarakat yang dibina oleh Pemko Payakumbuh. Apakah itu untuk kemasan, produksi, pengadaan bahan baku, edukasi, sampai penjualan.

Randang yang masuk ke Payakumbuh, Nantinya akan dikemas dalam ukuran tertentu dan bentuknya juga akan dimodifikasi sesuai keinginan pasar. Alhasil, rendang tidak hanya menjadi objek jual-beli antara pedagang rumah makan kepada konsumen. Namun, sudah siap untuk dieksport ke negara-negara Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

Untuk mendukung suksesnya rencana ini, Kehumasan Diskominfo Payakumbuh juga membuat film pendek berdurasi 15 menit tentang rendang serta buku dengan bahasa Arab dan Inggris. Ini dilakukan sebagai media promosi ke negara luar.

Salah seorang tenaga ahli LPPM Universitas Andalas, Yenny Narni mengungkapkan Payakumbuh memiliki potensi yang besar dalam mengangkat pamor rendang lebih tinggi lagi dimata dunia. Selain satu-satunya daerah yang memiliki Kampung Rendang, namun memiliki hasil alam yang khas tersendiri. Seperti kelapa dan cabe hasil panen dari ladang maupun sawah di tanah Kota Payakumbuh memiliki kadar yang sangat baik. Berbeda dengan daerah lain. Ini dikarenakan unsur tanah Payakumbuh yang sangat bagus untuk pertanian.

“Payakumbuh punya potensi yang sangat bagus dalam rendang ini. Ini kota perdagangan dan memiliki geografis sebagai jalur lalu lintas antar wilayah. Bahkan disini juga ada cabe Kopay yang tidak ditemukan didaerah lain,” kata Yenny. ( HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *