BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Naik Tajam, Kasus Narkoba di Bukittinggi Yang Terungkap

Ilustrasi.

BUKITTINGGI – Selama hampir satu tahun terakhir pengungkapan kasus narkoba di wilayah kerja Polres Bukittinggi terus meningkat tajam, sejalan dengan target Satnarkoba memberikan efek jera kepada pelaku dan masyarakat.

“Kita proses semua baik kasus pemakaian narkoba baik di tingkat pemakai, pengedar dan bandar. Mulai dari barang bukti paling kecil sampai yang besar. Target kita supaya menimbulkan efek jera baik kepada pelaku maupun masyarakat,” ujar Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama,  SH, Sik kepada Kabarpolisi.com di ruangan kerjanya yang sangat sederhana, Kamis (21/3).

Prestasi pengungkapan kasus narkoba selama satu tahun terakhir memang sangat menonjol dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini sejalan dengan penerapan target jera kepada pelaku dan masyarakat. Sebab selama ini muncul kesan di kalangan pelaku dan masyarakat bahwa penyalahgunaan skala kecil tidak pernah dihukum tetapi cuma direhabilitasi.

Oleh sebab itu, sejak Kasat Narkoba dipimpin Pradipta alumni Akpol 2010, jajaran pemburu pelaku narkoba ini mulai menyisir setiap sudut kota Bukittingi yang dikenal sebagai berpenduduk terpadat di Indonesia yakni 4400 jiwa per Km2.

Kota sejuk yang masih banyak memiliki peninggalan bangunan zaman Belanda ini memiliki angkatan kerja sebanyak 52.631  orang dan jumlah pengangguran sekitar 3845 orang.

Posisi demografisnya yang strategis yakni menjadi perlintasan arus barang dan orang dari Pekanbaru membuatnya rentan menjadi daerah sasaran bandar narkoba, apalagi kondisi cuaca yang dingin juga memengaruhi animo pengguna narkoba.

“Benar, karena kota perlintasan dan udaranya sejuk membuat penggerakan jaringan narkoba di Bukittinggi menjadi mekar. Sebab itu kami menerapkan jurus efek jera dalam melakukan penindakan,” kata suami Anita Sari Dewi ini yang pindah ke Sumbar sejak April 2018 lalu dan menjabat kasat mulai Mei 2018.

Hasil kerja tim buru sergap pengguna narkoba diwilayah Polres Bukittinggi yang dipimpin AKBP Arly Jembar Jumhana meningkat tajam selama 2018 yakni mencapai 62 kasus dan telah berhasil diusut sebanyak 42 kasus. Sementara sampai Maret 2019  sudah mencapai 19 kasus.

Jumlah kasus narkoba yang diungkap ini termasuk jenis ganja yang dengan barang bukti sangat kecil. Tetapi tetap diajukan ke pengadilan untuk menerapkan efek jera kepada pelaku dan pengedar serta bandar.

“Kami sangat terbantu dalam penerapan efek jera ini karena pihak kejaksaan dan pengadilan juga sepakat dengan misi suci ini, sehingga kegiatan kerja kami jadi meningkat sibuk selama satu tahun terakhir ini,” kata Pradipta.

Tingginya intensitas pengungkapan kasus narkoba di Bukittinggi,  menurut Pradipta,  sangat tertolong oleh sikap masyarakat yang terbuka. Mereka sangat membantu pihak kepolisian dalam memburu para pengguna pengerdar dan bandar narkoba.

Selain itu, sikap Pemko Bukittinggi juga sangat mendukung upaya pengungkapan kasus narkoba dan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba kepada masyarakat melalui sosialisasi. “kami akan melaksanakan sosialisasi kepada kalangan ibu ibu di seluruh kelurahan Bukittinggi sebagai upaya preventif, ” ujar ayah satu anak cantik bernama Diva Kirana Bharinita ini.

Selanjutnya,  peningkatan pengungkapan kasus narkoba di Bukittinggi juga dipengaruhi pola komunikasi pimpinan polres dan kasat narkoba terhadap staf yang keselurahannya berjumlah 17 orang. “Ini tim satuan terkecil di Polres Bukittinggi tetapi alhamdulillah mampu bekerja optimal, ” aku Pradipta.

Terakhir,  kunci keberhasilan pengungkapan kasus narkoba di Bukittinggi terletak kepada loyalitas yang tinggi dari staf terhadap pimpinan tanpa pandang bulu waktu kerja yang dipakai. “Anak buah saya siap 24 jam memburu para pengguna, pengedar dan bandar narkoba, ” kata Perwira kelahiran 1985 ini. (Awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *