BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Musim Hujan, Volume Sampah Di Payakumbuh Capai 73 Ton Perhari

Payakumbuh– Tingginya curah hujan di kota Payakumbuh beberapa bulan terakhir mengakibatkan adanya peningkatan volume sampah dengan rataan setiap bulannya mencapai 2.200 ton atau kurang lebih 72 sampai 73 ton setiap harinya.

“Dari data yang ada memang saat ini ada peningkatan volume sampah, karena pada kemarau volume sampah hanya 2.000 ton per bulan atau 66 sampai 68 ton sehari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dafrul Pasi, Rabu (5/2).

Peningkatan volume sampah saat penghujan merupakan hal yang biasa, karena pada musim penghujan, berat sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sampah sementara bertambah karena basah diguyur hujan.

Selain itu, penyebab bertambahnya volume sampah dikarenakan hanyut dari wilayah lain melalui sungai sehingga ada timbunan sampah ketika air mulai menyusut.

“Memang timbunan sampah tidak seluruhnya dari wilayah lain tapi memang juga disebabkan karena perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membuang langsung ke sungai,” ujarnya.

Agar tidak terjadi banjir di musim penghujan, Dafrul menghimbau masyarakat agar membuang sampah di tempatnya.

“Jangan karena ingin menuntaskan sampah di rumah tangga sendiri kita membuang sampah ke gorong-gorong. Karena bisa menjadi permasalahan kota,” sebut Dafrul.

Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat membuat sumber resapan air di rumah masing-masing seperti dengan membuat biopori atau dengan tidak menutup seluruh permukaan lahan di sekitar rumah dengan semen.

“Terakhir masyarakat juga kami imbau untuk menanam pohon di sekitar rumah, tidak hanya untuk menanggulangi banjir. Tapi juga bisa menambah ketersediaan udara bersih di Payakumbuh,” pungkas Dafrul Pasi. (benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *