BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...
BERITA UTAMA

Luar Biasa, Winda Lorita Bawa Buah Tangan Untuk Membakar Semangat Tim Kota Biru Payakumbuh di LSI

Teks foto; Mangagetkan---Semangat Tim Kota Biru Payakumbuh dibakar Winda Lorita di stadion Danu Setiawan, Kamis 27 Juni 2024.    ...
BERITA UTAMA

Dengan Semangat Menyala, Kota Biru Payakumbuh di LSI Tingkat Nasional Diyakini Lolos ke Babak Berikutnya

Teks foto: Salah seorang pemain Kota Biru Payakumbuh Habibi mencoba mengiring bola ke gawang tim Ocehan Stars Banten, namun gagal...
WISATA  

Mantan Ketua BEM di Padang Diduga Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

PAYAKUMBUHPOS.COM – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembuangan bayi di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Pelaku ternyata DPA (25), mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) kampus ternama di Padang.

DPA diciduk polisi di rumahnya, Kawasan Pasir Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Minggu (8/7). Kepada polisi, dia mengakui kalau memang dirinya yang membuang bayi yang merupakan hasil hubungan gelap dengan sang pacar, 2 Juni 2018 silam. “Kami melakukan proses penangkapan Minggu malam. Yang jelas status pelaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat, lah ya,” kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho, Rabu (11/7).

Rizki mengatakan, polisi sempat kesulitan menangkap DPA karena dia mencoba melarikan diri. “Kendala terutama yang bersangkutan pindah-pindah (lokasi), loncat dari tempat satu ke tempat lainnya. Dan ketika kami melihat yang bersangkutan di tempat yang dekat baru dilakukan penangkapan,” ujar Rizki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Langkan.id dan dikutip Harian Haluan, pelaku merupakan mantan ketua BEM Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri di Padang. Namun, Rizki enggan menjelaskan dengan detail identitas pelaku. Termasuk pelaku yang diduga mantan ketua BEM.

“Kalau masalahnya dia mantan Ketua BEM saya kurang tahu. Kapasitas saya hanya saat ada laporan lalu penangkapan,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu Fetrizal. Namun, dia enggan memberikan komentar banyak. “Kasus ini sebenarnya memang sengaja tidak diekspose karena kita mengingat si perempuan (pacar pelaku) akan mau wisuda. Ini memang permintaan dari keluarga, keluarga si perempuan,” katanya.

Namun, Fetrizal memastikan proses hukum terhadap pelaku laki-laki tetap akan berlanjut.

Sebelumnya, warga Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman digegerkan dengan penemuan bayi di dalam kardus mie instan. Bayi itu ditemukan terletak di sebelah salah satu klinik bersalin yang berada di Jalan Raya Padang-Bukittinggi tersebut.

Bayi yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan salah seorang warga terletak pada, Sabtu, 2 Juni 2018 sekitar pukul 00.30 dalam kondisi hidup. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *