BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Mantan Ketua BEM di Padang Diduga Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

PAYAKUMBUHPOS.COM – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembuangan bayi di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Pelaku ternyata DPA (25), mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) kampus ternama di Padang.

DPA diciduk polisi di rumahnya, Kawasan Pasir Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Minggu (8/7). Kepada polisi, dia mengakui kalau memang dirinya yang membuang bayi yang merupakan hasil hubungan gelap dengan sang pacar, 2 Juni 2018 silam. “Kami melakukan proses penangkapan Minggu malam. Yang jelas status pelaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat, lah ya,” kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho, Rabu (11/7).

Rizki mengatakan, polisi sempat kesulitan menangkap DPA karena dia mencoba melarikan diri. “Kendala terutama yang bersangkutan pindah-pindah (lokasi), loncat dari tempat satu ke tempat lainnya. Dan ketika kami melihat yang bersangkutan di tempat yang dekat baru dilakukan penangkapan,” ujar Rizki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Langkan.id dan dikutip Harian Haluan, pelaku merupakan mantan ketua BEM Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri di Padang. Namun, Rizki enggan menjelaskan dengan detail identitas pelaku. Termasuk pelaku yang diduga mantan ketua BEM.

“Kalau masalahnya dia mantan Ketua BEM saya kurang tahu. Kapasitas saya hanya saat ada laporan lalu penangkapan,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu Fetrizal. Namun, dia enggan memberikan komentar banyak. “Kasus ini sebenarnya memang sengaja tidak diekspose karena kita mengingat si perempuan (pacar pelaku) akan mau wisuda. Ini memang permintaan dari keluarga, keluarga si perempuan,” katanya.

Namun, Fetrizal memastikan proses hukum terhadap pelaku laki-laki tetap akan berlanjut.

Sebelumnya, warga Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman digegerkan dengan penemuan bayi di dalam kardus mie instan. Bayi itu ditemukan terletak di sebelah salah satu klinik bersalin yang berada di Jalan Raya Padang-Bukittinggi tersebut.

Bayi yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan salah seorang warga terletak pada, Sabtu, 2 Juni 2018 sekitar pukul 00.30 dalam kondisi hidup. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *