BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...

Lukis Rohana Kudus, Hantarkan Hendra Sardi ke Pameran Representasi

YOGYAKARTA – Memilih latarbelakang berbeda, dan lebih memilih sosok Pahlawan Nasional asal daerahnya sendiri, Rohana Kudus, tokoh Pers nasional dan simbol perlawanan perempuan, sebagai inspirasi lukisannya, akhirnya membawa Hendra Sardi ke Pameran Seni Rupa Representasi.

Helat akbar Perupa nasional ini sendiri akan digelar di Pendhapa Art Space Yogyakarta, pada 10 November – 10 Desember 2021 mendatang.

Karya Hendra Sardi, bersama 37 pelukis asal daerah lainnya akan dipajang selama sebulan penuh di pameran itu.

Sebelumnya, pelukis kelahiran Magek kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, Sumbar ini harus bersaing ketat dengan 130 pelukis kenamaan lain dalam kompetisi memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Hendra harus berjuang menghadapi perupa dari DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jambi, Bangka Belitung, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, sampai Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Selain lukisan, juga ada karya patung, seni grafis, dan seni instalasi.

Dan, akhirnya, setelah kurator dan panitia melakukan seleksi terhadap 130 proposal yang masuk, lukisan Hendra Sardi tentang sosok Rohana Kudus, seorang Tokoh Pers nasional asal Sumbar dan tokoh perlawanan hak azasi perempuan, dinyatakan lolos sebagai lukisan yang akan ikut dalam pameran Representasi #4: Pahlawan Nasional di Yogyakarta.

Lukisan tentang Rohana Kudus dengan perspektif wajah natural wanita Minang masa lalu, ternyata menjadi perhatian dan mencuri mata para kurator.

Sebabnya, salah satunya adalah sebagian besar pelukis banyak melukis wajah Sukarno.

“Sehingga kami banyak mengurangi hal tersebut, agar tidak terkesan pameran wajah Presiden Sukarno,” kata Kurator Mikke Susanto kepada wartawan, pekan lalu.

Mike mengaku terus terang bahwa lumayan sulit dalam menyeleksi proposal karya yang masuk, karena nyaris semuanya bagus dan keren, secara teknis dan ide.

Namun, akhirnya para kurator dan panitia berhasil memilih 38 karya lukis terbaik, yang nantinya akan ikut dalam pameran di di Pendhapa Art Space Yogyakarta.

Ke 38 pelukis itu adalah sebagai berikut:
1. Abdul Munir
2. Ambar Pranasmara
3. Amir Hamzah
4. Andi Acho Mallaena
5. Andik Gus Black
6. Andy Wahono
7. Buyung Ferry Novianto
8. Ariyadi (Cadio Tarompo)
9. Catur Hengki Koesworo
10. Choirudin
11. Dadang Rukmana
12. Deborah PG Ram Mozes
13. Dedy Maryadi
14. Edy Marga
15. Faizal Rachman
16. Halim Wijaya
17. Harun AK
18. Hendra Sardi
19. Herri Soedjarwanto
20. Khoirudin Roadyn
21. Khoirul Suyanto
22. M. Febriandy
23. Mahendra Pampam
24. Manik Mustiko
25. Mizanul Hak
26. Muhammad Abdan
27. Mulyo Gunarso
28. Nabila Dewi Gayatri
29. Pino Yudhi Winara
30. Rohadi Cumik
31. Sabar Jambul
32. Setyo Budiono
33. Setyo Nurdiono
34. Setyo Priyo Nugroho
35. Slamet Arifin (Masari)
36. Vinsensius Dedy Reru
37. Widya Hadi
38. Wuri Hantoro

Pahlawan Simbol Perlawanan Perempuan

Ruhana Kuddus, kelahiran 20 Desember 1884, di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, adalah wartawati pertama Indonesia. Pada tahun 1911, Ruhana mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang.

Sembari aktif di bidang pendidikan yang disenanginya, Ruhana menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia. Ketika dibredel pemerintah Belanda, Ruhana berinisiatif mendirikan surat kabar, bernama Sunting Melayu, yang tercatat sebagai salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Ruhana lahir dari ayahnya yang bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan dan ibunya bernama Kiam.

Roehana Koeddoes adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga mak tuo (bibi) dari penyair terkenal Chairil Anwar.

Dia juga sepupu H. Agus Salim. Roehana hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, ketika akses perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik sangat dibatasi.

Pada tanggal 7 November 2019, Ruhana Kuddus dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo dalam sebuah upacara di Istana Negara.

Yang menerima penghargaan mewakili keluarga ahli waris adalah Janeydy, cucu dari Rohana Kuddus.

Ruhana adalah simbol perlawanan dan pejuanh hak azasi perempuan dari Minangkabau.

Daerah Minang adalah penganut paham matrilineal atau garis keturunan dari ibu.

Artinya, peranan dan posisi kaum ibu sangat dijunjung tinggi di Minangkabau

Tetapi sebaliknya, pelayanan terhadap aktifitas dan kreatifitas keilmuan terhadap kaum perempuan sangat dibatasi, tidak seperti anak laki laki. Kemana saja melanjutkan pendidikan akan didukung, selagi keuangan orang tua mampu.

Sisi inilah yang kemudian dilawan oleh Ruhana Kuddus. Melalui surat kabar Sunting Melayu, dia menyuarakan kemandirian kaum perempuan dan menolak dieksploitasi oleh kaum laki laki.

Istri Abdoel Koeddoes ini meninggal
17 Agustus 1972 dalam usia, 87 tahun. Selama hidupnya, Ruhana sempat menjadi pengajar di sejumlah sekolah dan menjadi wartawan.

Dari kanvas Hendra Sardi nilai nilai kejuangan dan semangat memandirikan kaum perempuan dari sosok Rohana Kudus menggelora kembali.

Itu pula mungkin yang dilihat para kurator dan panitia Pemeran Seni Rupa Reprsentasi #4: Pahlawan Nasional Indonesia di Yogyakarta memilih karya pelukis asal Sumbar ini, sebagai salah satu bentuk perjuangan Pahlawan Nasional, dari segala bentuk dan ekspresi kejuangannya.

******
Bagaimana cara perupa merepresentasikan sosok pahlawan nasional dalam karyanya? Akankah mereka mengekspresikan kemuliaan dan sentimentalitas para pahlawan dengan cara formal atau romantis atau kritis? Nanti dapat Anda nikmati pada saat pameran digelar.

Selamat untuk para peserta terpilih. Panitia akan segera menghubungi untuk langkah selanjutnya.

Informasi lebih lanjut perihal pameran REPRESENTASI #4: PAHLAWAN NASIONAL dapat diakses melalui akun IG: @pendhapaartspace dan situs: www.pendhapaartspace.com

Narahubung
Pendhapa Art Space
+62 851-0249-2828

***Donny Magek Piliang***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *