BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Letjen TNI (P) Agus Widjojo dan Eros Djarot Bicara Kerukunan dan Persatuan

JAKARTA, payakumbuhpos.com – Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Pemilu Konstitusional akan mengadakan Dialog Pers yang dihadiri oleh Erros Djarot (Budayawan), Letjen (purn) Agus Wijodjo (Gubernur Lemhanas/by paper), Romo Benny Susetyo (Agamawan), Tika Bisono (Psikolog), Bob Randilawe (Pemerhati Pancasila), Pande Trimayuni (Cendikiawan Hindu), Sastro Al Ngatawi (Cendikiawan NU), Ray Rangkuti (Pemerhati Pemilu), dan banyak lagi.

Dalam kegiatan yang akan berlangsung di Balai Sarwono, Kemang pada hari Minggu (26 Mei 2019) tersebut, Aliansi Masyarakat yang peduli pada proses pemilu pilpres yang saat ini sedang “bermasalah” itu, akan meneguhkan tekad untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Walau dengan segala resiko dan jalan berliku. Demikian penegasan Bob Randilawe, salah satu penyeru aliansi. Selanjutnya, Romo Benny Susetyo (Agamawan) menambahkan pentingnya prakarsa publik dan civil society untuk peduli pada potensi ancaman terhadap toleransi beragama dan keberagaman bangsa.

Selanjutnya, Pande Trimayuni (Budayawan Hindu) yang dihubungi secara terpisah mengatakan “civil society” tak boleh diam saja namun harus menjalankan fungsi kontrol sosial khususnya terhadap konteks kericuhan paska pilpres yang telah menyebabkan banyak kerugian material maupun immaterial. Semua pihak harus menaati kaidah dan aturan dalam memperjuangkan kepentingan dan tujuan-tujuan politiknya.

Bob Randilawe juga mengharapkan agar sarasehan masyarakat sipil esok dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang konkrit, tidak mengawang-awang mengingat kompleksitas permasalahan bangsa paska pilpres 2019 telah menyita banyak energi bangsa yang cenderung sia-sia dan kontra produktif. Jangan sampai para elit politik yang berkepentingan mengabaikan kepentingan nasional demi mencapai tujuan-tujuan politiknya masing-masing. Jika perlu, aliansi membentuk tim untuk menemui para stake holder politik yang terkait. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *