BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Lagi Persoalan Onggokan Sampah, Pj Wako Payakumbuh Jasman, Mulai Geram

Teks foto: Pj. Walikota Payakumbuh, Jasman menggelar rapat (Raker) mendadak dengan memanggil seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Sabtu (17/3). 

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh—Persoalan onggokan sampah di Payakumbuh yang belum juga ada titik terangnya, ternyata membuat Pj. Walikota Payakumbuh Jasman, mulai geram, sehingga pihaknya menggelar rapat (Raker) mendadak dengan memanggil seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Sabtu 17 Maret 2024.

Dengan dipanggil mendadaknya seluruh OPD untuk hadir di TPA Regional berlokasi di kelurahan Ampangan, kecamatan Payakumbuh Selatan itu, guna membahas permasalahan sampah yang kian merunyam di Payakumbuh.

Selain OPD juga hadir pada Raker tersebut ketua komisi C DPRD Kota Payakumbuh Ahmad Zifal, Sekda Kota Payakumbuh, Asisten II, Kadis LH, Kadis Pertanian, Kadis PUPR, Kasatpol PP, Kakan Kesbang Pol, Camat dan Lurah se-Kota Payakumbuh, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta beberapa tokoh masyarakat.

Sebelumnya, mulai pagi itu Pj. Wako Payakumbuh Jasman melakukan swiping ke tempat-tempat pembuangan sampah ilegal yang tersebar di beberapa titik kota Payakumbuh.

Mendapatkan kondisi yang saking merunyam pagi itu, Pj Walikota langsung memerintahkan Sekda untuk mengumpulkan Asisten, semua OPD terkait, Camat dan Lurah se Kota Payakumbuh, juga mengundang jajaran TNI dan Polri. Terkhusus Jasman juga mengundang DPRD kota Payakumbuh untuk mencari jalan keluar yang sangat darurat.

“Setelah saya cek ke lapangan di beberapa titik, maka saya langsung minta pak Sekda untuk mengumpulkan seluruh OPD terkait, Camat, Lurah dan mengundang khusus DPRD Kota Payakumbuh, khususnya Komisi C untuk rapat. Ini harus segera kita tindak lanjuti bersama karena banyaknya tempat pembuangan sampah ilegal di kota Payakumbuh,”kata Jasnan.

Dalam rapat mendadak di lokasi TPA Regional tersebut, Jasman mengintruksikan beberapa hal, antara lain: Hari ini semua sampah di kota Payakumbuh harus diambil, kota Payakumbuh harus bersih dari onggokan sampah.

Melihat kota Payakumbuh sudah semakin kumuh dan menyegat, saya tegaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup, agar hari ini, bagaimanapun caranya, semua sampah harus diangkut dan Payakumbuh harus bersih.

Kebetulan hari Minggu ini, semua truk ada di Payakumbuh karena jadwal pembuangan sampah ke kota Padang hari Minggu kosong.

“Sekali lagi, saya minta kepada seluruh OPD terkait, Camat dan Lurah dibawah koordinasi Pol PP agar melaksanakan piket dilokasi-lokasi yang berpotensi terjadi pembuangan sampah sembarangan. Terutama menindak dan menghalangi sampah impor dari daerah tetangga yang sangat mengganggu,” tegas Jasman

Dilanjutkan Jasman, dikesempatan itu ia memerintahkan lagi kepada Kasatpol PP Kota Payakumbuh untuk menugaskan timnya mengamankan dan mengawasi seluruh aktifitas di titik kritis yang berpotensi timbulnya tempat sampah baru atau pun yang sudah ada.

“Razia terus tempat-tempat krusial ini. Nanti kami juga akan minta bantuan dan berkoordinasi dengan Forkopimda, bagaimana tindak pidana ringan (Tipiring) ini bisa diberlakukan dan memberi efek jera kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan ini,”jelasnya lagi.

Jasman menyebut, untuk solusi sementara, Pemko Payakumbuh akan membangun transfer DEPO sampah sementara di dekat breeding farm yang berlokasi di dekat TPA regional Payakumbuh.

“Saat ini kita sedang proses pemindahan aset dari Dinas Pertanian ke Dinas Lingkungan Hidup. Mudah-mudah ini tuntas dalam waktu dekat. Dan permasalahan sampah di Payakumbuh segera terselesaikan, tujuan kita tak lain agar Payakumbuh bersih sebersih bersihnya,” tutupnya.

Sementara itu, mewakili ketua DPRD Kota Payakumbuh, ketua Komisi C Ahmad Zifal mengucapkan terimakasih kepada Pemko Payakumbuh atas upaya yang telah dilakukan selama ini dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pj Walikota atas upaya yang dilakukannya bersama seluruh jajarannya. Salah satunya memindahkan tumpukan sampah ke transfer DEPO sementara di sekitar breeding Farm ini menjelang dipindahkan ke TPA Regional tanggal 20 Maret nanti,” ucapnya.

“Harapan kami dengan kolaborasi kita bersama segala permasalah ini akan segera bisa teratasi dan Payakumbuh kembali bersih sesuai harapan kita bersama,”tambah Ahmad Zifal.

Sebagai informasi, disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Desmon Korina, dalam satu hari, sampah Kota Payakumbuh yang dibuang ke TPA Aia Dingin Padang itu sebanyak 15 mobil atau 60 ton, sedangkan jumlah sampah kota Payakumbuh per harinya berkisar 80-85 ton, sehingga sisa yang tidak terangkut ini menjadi sampah yang menumpuk.

“Untuk sampah rumah tangga kita saat ini sudah berkurang, namun yang banyak itu sampah dari pelaku UMKM kita dan juga sampah dari daerah tetangga. Kami minta tolong jadi perhatian kita bersama. Sebaiknya UMKM kita telah bisa memilah sampah dengan baik sehingga mengurangi produksi sampah di kota Payakumbuh,”terangnya. (Nura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *