BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

KPU Kab. Limapuluh Kota Gelar “Gerakan Klik Serentak”, Pastikan Anda Terdaftar

LIMAPULUH KOTA, payakumbuhpos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota, memulai tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) dalam persiapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, dengan melaksanakan Gerakan Klik Serentak (GKS) yang merupakan “kegiatan pengecekan data pemilih dalam Daftar Pemilih yang telah disusun oleh KPU”

Dijelaskan, Ketua KPU, Drs. Masnijon didampingi Arwantri di ruang kerjanya, Rabu (15/7), kegiatan itu dilakukan guna meningkatan kualitas daftar pemilih kepastian penyusunan daftar pemilih dengan baik.

“Melalui GKS ini, nantinya masyarakat dapat lebih mudah mengecek namanya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Pemilih dapat mengecek terdaftar atau tidak dengan memasukkan NIK dan Nama. Dan jika pemilih sudah terdaftar maka akan muncul Nama, Kelurahan dan Nomor TPS. Sebelum proses coklit dilaksanakan tanggal 18 Juli 2020 depan,” ujar Drs. Masnijon

Ditambahkan Arwantri, sesuai surat KPU RI nomor 522 tahun 2020, GCS adalah kegiatan apel kesiapan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebelum proses Coklit dilaksanakan.

“Seluruh komisioner KPU kabupaten Limapuluh Kota, Ketua dan Anggota PPK serta PPS akan secara serentak ikut bersama PPDP melaksanakan coklit di rumah tokoh-tokoh masyarakat sampai ke tingkat Jorong di Limapuluh Kota,” tambah Arwantri.

Menurutnya, dalam Gerakan Coklit Serentak 18 Juli 2020 nanti, setiap PPDP agar door to door mendatangai pemilih di masing-masing wilayah kerjanya. Jika dalam gerakan tersebut ditemukan pemilih yang belum memiliki atau belum melalukan perekaman KTP elektronik maka PPDP harus memeriksa kartu keluarga yang bersangkutan untuk memastikan pemilih tersebut adalah penduduk pada daerah pemilihannya dan dicatat pada formulir A-KWK atau A.A-KWK dengan keterangan belum memiliki KTP elektronik.

“Dua gerakan nasional ini sebagai bagian dari upaya KPU untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020. Serta memastikan bahwa semua penduduk di daerah pemilihan yang telah memenuhi syarat untuk memilih terdata dan dapat memilih di hari H,” ulas Arwantri.

Selain itu, terang Arwantri, untuk didaftar menjadi pemilih, harus genap berumur 17 (Tujuh Belas) tahun atau lebih pada hari pemungutan suara atau sudah menikah dengan dibuktikan dengan akta perkawinan, buku nikah, e-KTP, bisa juga dengan melampirkan surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Dan berdomisili di daerah pemilihan yang dibuktikan dengan e-KTP dalam hal pemilih belum mempunyai e-KTP dapat menggunakan surat keterangan yang diterbitkan Disdukcapil, dan tidak menjadi anggota TNI-Polri.

“Proses coklit tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Seluruh PPDP yang bertugas dipastikan telah nonreaktif Covid-19 karena telah di-rapid test, menjaga jarak serta akan menggunakan alat pelindung diri (APD). Ayo cocokkan datanya, teliti kebenarannya,” pungkasnya
(tt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *