BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Korban Pembunuhan di Rejang Lebong Sempat Minta Tolong Via Whatsapp

REJANG LEBONG, payakumbuhpos.com – Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, salah satu anggota keluarga di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, Bengkulu, sempat mengirimkan pesan minta tolong kepada temannya.

Pesan minta tolong itu dilakukan korban Melan Miranda (16), sekitar pukul 05.00 WIB. Ia mengirimkan pesan melalui aplikasi Whatsapp (WA) kepada Adi (17) teman sekolahnya.

“Saya sempat dapat kiriman pesan Whatsapp dari Miranda, isinya minta tolong, pada jam 5 subuh,” kata Adi saat datang kediaman korban, Sabtu (12/01/2019).

Tidak hanya itu, korban juga sempat menelepon temannya via Whatsaap, hanya saja panggilan itu tak diketahui dan kemudian mengirim pesan singkat.

Namun pesan tersebut tidak langsung dibuka oleh temannya dan baru dibalas pada siang harinya yakni pukul 11.25 WIB, saat itu Whatsapp milik korban tidak lagi aktif.

Hal serupa juga diungkapkan Dinda (16) teman sekolah korban. Ia dan sejumlah temannya juga sempat menerima pesan dari korban.

“Sebelumnya ia juga pernah cerita kalau sempat diancam seseorang, kawan-kawan yang lain juga menerima pesan minta tolong,” ujar Dinda sambil menangis.

Pada hari itu juga teman-teman sekolahnya sempat menanyakan keberadaan korban, lantaran korban tidak masuk sekolah dengan tanpa keterangan.

“Dia tidak sekolah keterangnya alpa, nomor WA nya juga tidak aktif lagi,” ungkapnya. (***)

Sumber newstujuh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *