BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Korban Pembunuhan di Rejang Lebong Sempat Minta Tolong Via Whatsapp

REJANG LEBONG, payakumbuhpos.com – Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, salah satu anggota keluarga di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, Bengkulu, sempat mengirimkan pesan minta tolong kepada temannya.

Pesan minta tolong itu dilakukan korban Melan Miranda (16), sekitar pukul 05.00 WIB. Ia mengirimkan pesan melalui aplikasi Whatsapp (WA) kepada Adi (17) teman sekolahnya.

“Saya sempat dapat kiriman pesan Whatsapp dari Miranda, isinya minta tolong, pada jam 5 subuh,” kata Adi saat datang kediaman korban, Sabtu (12/01/2019).

Tidak hanya itu, korban juga sempat menelepon temannya via Whatsaap, hanya saja panggilan itu tak diketahui dan kemudian mengirim pesan singkat.

Namun pesan tersebut tidak langsung dibuka oleh temannya dan baru dibalas pada siang harinya yakni pukul 11.25 WIB, saat itu Whatsapp milik korban tidak lagi aktif.

Hal serupa juga diungkapkan Dinda (16) teman sekolah korban. Ia dan sejumlah temannya juga sempat menerima pesan dari korban.

“Sebelumnya ia juga pernah cerita kalau sempat diancam seseorang, kawan-kawan yang lain juga menerima pesan minta tolong,” ujar Dinda sambil menangis.

Pada hari itu juga teman-teman sekolahnya sempat menanyakan keberadaan korban, lantaran korban tidak masuk sekolah dengan tanpa keterangan.

“Dia tidak sekolah keterangnya alpa, nomor WA nya juga tidak aktif lagi,” ungkapnya. (***)

Sumber newstujuh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *