BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kominfo Padang Panjang Gesakan Implementasi Konten Smart City

Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang Marwilis, SH didampingi Sekretaris Kominfo Drs Ampera Salim, Msi memberikan penjelasan perkembangan program Smart City dihadapan wartawan, kemarin.

PADANGPANJANG – Pemko Padang Panjang menargetkan lebih cepat rampungnya pembuatan 16 aplikasi layanan berbasis IT yang ada dalam master plan Smart City.

Pemerintah memberikan target kepada Pemko Padang Panjang menyelesaikan seluruh sistem dan 16 Aplikasi Smart City pada tahun 2023.

“Kita optimis target itu bisa lebih awal. Sebab sampai akhir tahun 2019 ini kami proyeksikan sebanyak enam aplikasi sudah ready dan sudah bisa online,” kata Kadis Kominfo Marwilis, SH didampingi Sekretarisnya Drs Ampera Salim Patimarajo, Msi kepada wartawan, saat berbuka bersama jajaran Kominfo, Rabu kemarin.

Pemko Padang Panjang bersama 50 dari 100 kabupaten dan kota ditetapkan pemerintah sebagai Smart City. Smart City adalah pola pelayanan terhadap masyarakat dengan basis teknologi informasi (IT).

Dalam tahap awal, kata Marwilis, pihaknya sudah merampungkan pembuatan masterplan Smart City. Posisi Padang Panjang adalah bersama 50 kota. Dari evaluasi Kementrian Infokom, masterplan Smart City kota Padang Panjang berhasil masuk dalam 10 besar terbaik.

Tidak mau tertinggal dengan prestasi awal saat membuat masterplan, Kominfo Padang Panjang juga berupaya mengejar target penyiapan konten aplikasi lebih baik dan dengan waktu lebih cepat.

“Alhamdulillah sesuai dengan target tahun ini sebanyak enam aplikasi diantaranya untuk kependudukan dan kepegawaian sudah bisa jalan, ” kata Marwilis.

Selain itu, aplikasi yang disiapkan juga bersifat agamais yakni Smart Surau yang bertujuan belajar agama Islam dengan dukungan sistem digatalis. Konten utamanya adalah Guruku. Anak anak muda yang berminat belajar agama dapat bertanya ke konten cerdas tersebut.

Untuk mendukung seluruh konten aplikasi Smart City tersebut,  Kominfo Padang Panjang telah menggagarkan dana untuk membeli perangkat coment centre. Perangkat ini menjadi pusat kendali dari seluruh aplikasi yang ada dan disambungkan dengan perangkat IT Walikota.

Jika coment centre ini sudah terbangun, setiap masyarakat bisa mengadukan apa saja kepada walikota terkait dengan pelayanan staf pemko di semua tingkatan. Begitu juga masyarakat bisa mengurus apa saja dengan menggunakan konten yang ada. Dalam waktu singkat pihak pemko sudah memberikan persetujuan.

“Jika sudah disetujui maka apa yang diurus tersebut dikirim langsung ke akun warga dalam bentuk paperless. Setelah itu warga bisa mencetak sendiri surat tersebut, ” pungkas Marwilis.

Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran mengaku tidak sabar program Smart City dijalankan di Padang Panjang. Jika berhasil dijalankan maka tingkat esesiensi pelayanan pemerintah dan masyarakat bisa sangat tinggi sekali, terutama dari sisi waktu dan biaya.

Meskipun masih selesai seluruhnya, jelas Fadly, Pemko Padang Panjang sudah sering dikunjungi kab dan kota di Sumbar dan luar Sumbar untuk study banding Smart City. Malah sejumlah program road show Smart City ke luar negeri banyak ditolak Fadly karena program Smart Citynya belum selesai sepenuhnya. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *