BERITA UTAMA

Pengurus Pusat Serikat Pekerja Kerah Biru Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Nusantara IV

Jakarta,- Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menghadiri undangan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) pada acara...
BERITA UTAMA

Marta Uli Emmelia: Empat Pilar Kebangsaan Sangat Diperlukan Dalam Kehidupan Bernegara

Teks foto; Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis FSP Kerah Biru-SPSI, Marta Uli Emmelia., Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Roderick Manna...
BERITA UTAMA

Pelepasan dan Perpisahan Kelas VI SD Plus Muhammadiyah Diwarnai Ketua LKAAM Payakumbuh

  Teks foto: Ketua LKAAM Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam kepada 61 siswa kelas VI SD Plus Muhammadiyah Payakumbuh...
BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...

Kodim SSD Panen Padi Bersama Petani Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0310 Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya (SSD),Letkol Inf Dwi Putranto, S.A.P., M.I.Pol. bersama kelompok Tani Hamparan Pasaunan dengan CV. Bara Mitra Kencana (BMK) melaksanakan pendampingan panen padi seluas 1/4 hektar di Demplot Bios 44 Koramil 05/Talawi Kodim 0310/SS Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto pada Kamis (8/8).

“Total lahan padi yang ditanam padi sekitar 14 hektar dan yang menggunakan pupuk bios 44 seluar 0.4 hektar. Hasilnya dari musim tanam sebelumnya tanpa menggunakan Bios 44 sebanyak 2,64 ton per hektare, setelah menggunakan Bios 44 mampu menghasilkan 4,97 ton per hektare, ujar Sardiman, PPL Pertanian Kecamatan Talawi.

Sementara itu, Pembina kelompok tani sekaligus Direktur CV. BMK selaku pemberi CSR pupuk Bios 44 kepada kelompok Tani Hamparan Pasaunan menyebutkan bahwa semenjak penggunaan pupuk bios 44, sawah tadah hujan yang dahulunya tidak pernah berhasil, setelah digunakan bios 44 akhirnya bisa dipanen dengan jumlah produksi yang meningkat.

” Alhamdulillah hasilnya meningkat bahkan jadi surplus 2,33 ton per hektarnya,” ujar Jon Refelita Selaku pembina Kelompok Tani Hamparan Pasaunan kepada awak media Jumat (8/8).

Ia menambahkan, sebelum menggunakan bios 44 sawah disini, tepatnya dibagian pojok sana, tidak pernah berhasil atau gagal panen. Namun setelah menggunakan bios 44 ini sangat nampak hasil adinya lebih meningkat.

Sementara itu, Direktur Utama BMK sekaligus Pembina Kelompok Tani Pasaunan Jhon Reflita mengatakan, menggunakan Bios merupakan bagian dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaannya.

Ia menambahkan, selama ini melihat petani yang menggunakan sawah tadah hujan hanya dapat sekali panen dalam setahun, sementara hasilnya minim.

“Yang harus dicari itu solusinya, bagaimana panen yang sedikit dengan hasil yang maksimal. Bios 44 ini bisa menjadi solusi untuk kedepannya. Meski begitu, kita akan terus melakukan percobaan-percobaan, mana yang bisa menghasilkan panen maksimal,” ujarnya.

Diharapkan sambungnya, dengan adanya bukti tentang penggunaan Pulup bios 44 ini dapat dipakai oleh seluruh petani. dan terkait suplay pupuk bios 44 ini telah dijamin oleh Danrem wirabraja 032/BB

Dandim 0310/SSD, LLetkol Inf Dwi Putranto, S.A.P., M.I.Pol.
menegaskan, bahwa penggunaan Bios 44 bagi petani tanpa ada niat komersial dan paksaan, hasilnya dapat dilihat bersama-sama. Untuk diketahui, lanjutnya, Bios 44 diusung oleh Danrem Wirabraja Brigjen Kunto Arief Wibowo sewaktu menjadi Dandim Palembang.

Secara penjelasan ilmiahnya, BIOS 44 ini sangat menunjang untuk meningkatkan kualitas tanah. Sebab dalam BIOS 44 ini ada mikroorganisme seperti Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, dan lainnya. Zat – zat ini juga dimanfaatkan untuk peningkatan hasil produksi bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, menetralkan limbah sawit serta penyuburan lahan bekas tambang,”

Bahan BIOS 44 ini, ditekankan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0310 SSD, Letkol Inf Dwi Putranto tidak diperjualbelikan secara bebas. Hanya untuk konsumsi terbatas, maksudnya hanya diberikan TNI untuk petani yang telah bekerjasama dengan program peningkatan produksi pertanian menggunakan BIOS 44 tersebut.

“Untuk lahan 1 hektare, itu biasanya membutuhkan 80 liter BIOS 44,” Ujar Dandim yang baru menjabat 4 bulan di Kodim 0310/SSD tersebut.

Kadis Pertanian Kota Sawahlunto, Hilmed mengapresiasi kerja sama dan support Kodim 0310 SSD terhadap petani dalam meningkatkan hasil panen.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 0310 SSD yang telah menjalin kerja sama dengan petani di Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya, untuk penggunaan BIOS 44 ini. Kami dari Pemerintah Kota (Pemko) tentu juga mendukung penuh, sebab ini pun sesuai dengan program prioritas kita yakni peningkatan hasil produksi pertanian,” ucapnya

Ia menambahkan, setelah melihat sendiri hasil dari lahan sawah yang menggunakan BIOS 44 dan tertarik untuk ikut memanfaatkannya, maka petani bisa langsung menghubungi Komando Distrik Militer (Koramil) di Kecamatan masing – masing untuk berkoordinasi lebih lanjut.

“Selanjutnya kita akan panen juga di Kabulaten Sijunjung dan Dharmasraya,” (Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *