BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kesadaran Politik Masyarakat dan Pengaruh Media Sosial dalam Pemilihan Legislatif

Penulis :Adal Bonai

Payakumbuh– Era digital memfasilitasi penyebaran informasi secara luas dan cepat, mempengaruhi banyak aspek kehidupan termasuk politik. Skema tradisional kaum elit yang berpikir bisa mengontrol pilihan politik masyarakat melalui taktik “mem-beli” suara, tampaknya semakin tidak relevan. Sebab, kesadaran dan wawasan politik masyarakat kini semakin tinggi, terutama seiring dengan lajunya arus informasi di kanal-kanal sosial media.

Efek Media Sosial terhadap Kesadaran Politik

Media sosial telah berperan besar dalam merubah cara masyarakat mendapatkan dan memproses informasi politik. Platform ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berita, diskusi politik, dan perkembangan terkini dari calon legislator secara real-time. Fakta bahwa masyarakat sekarang dapat berinteraksi langsung dengan calon legislator, meminta klarifikasi, atau berdebat atas gagasan yang disampaikan, memungkinkan mereka untuk membuat pilihan yang lebih informasional dan kritis.

Kritisnya Pemilih Saat Ini

Calon legislator perlu mengakui bahwa masyarakat kini lebih peka dan cerdas dalam menilai kualitas mereka. Bukannya sekadar terpukau dengan janji-janji mencolok tanpa dasar, pemilih sekarang ini lebih tertarik untuk mendapatkan pemahaman tentang ideologi, prinsip-prinsip, dan platform politik yang disampaikan calon. Pemilih kini menuntut gagasan inovatif dan strategis yang dapat menyelesaikan berbagai isu sosial.

Berangkat dari asumsi bahwa pemilih masih ‘bodoh’ dan ‘mudah dibeli’ akan berisiko bagi para calon. Masyarakat kini jauh lebih teredukasi dan berpengetahuan tentang bagaimana sistem politik bekerja dan apa yang dapat mereka tuntut dari wakil-wakil mereka. Pendekatan yang mencerminkan penghargaan dan pengakuan terhadap kedewasaan politik publik adalah kunci untuk memenangkan hati pemilih pada era digital ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *