BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kasus Ilegal Logging di Kawasan Mandeh, Tunggu Tindak Lanjut KPHL BB

PAINAN – Pasca ditemukan tumpukan kayu di aliran sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, hari Sabtu (29/2/2022) hingga kini masih menunggu proses lebih lanjut dari UPTD KPHL, Bukit Barisan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. 

Tumpukan kayu siap olah tersebut, berawal dari informasi masyarakat yang resah maraknya Illegal logging di wilayah tersebut. Yang kemudian ditindak lanjuti unit intel Kodim 0311/ Pessel, dengan lakukan penyelidikan di lapangan. 

Dihari pertama unit intel Kodim 0311/ Pessel berhasil mendapatkan 3 kubik kayu di lokasi sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Hari kedua, kembali didapatkan kurang lebih 10 kubik kayu lagi. 

Saat ini tiga kubik kayu telah diamankan di Makodim 0311/ Pessel, sementara untuk 10 kubik kayu sampai saat ini masih berada di lokasi. 

Komandan Kodim 0311/ Pessel Letkol. Inf. Moch Suherli saat dihubungi menegaskan, bahwa Kodim 0311/ Pessel telah membicarakan maraknya ilegal logging di kawasan Mandeh dengan pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. 

“hal ini sudah dibicarakan dengan pihak KPHL dan akan dijadwalkan membahas solusi maraknya illegal logging kedepanya,” tegas Letkol. Inf. Moch Suherli, pada media. Sabtu (5/2/2022).

Beberapa rencana kegiatan akan kita lakukan di bawah seperti aosialisasi tentang larangan dan aturan ilegal loging, pembahasan tentang wilayah hutan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, pemberdayaan masyarakat melalui program pemerintah sebagai solusi yang bisa dilakukan melalui pertanian, perikanan, perkebunan, membuat komitment masyarakat untuk tidak melakukan illegal logging.

Dan, satu lagi Dandim 0311/ Pessel itu menyampaikan jika pihak KPHL Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi pada jajaran Kodim 0311/ Pessel, mendukung kelestarian hutan dan pencegahan ilegal logging. 

“Apresiasi dengan akan dijadwalkan memberikan penghargaan kepada 
Kodim 0311/ Pessel. Lebih lanjut bagaimana kedepan bisa langsung dikonfirmasi ke KPHL,” ungkap Dandim 0311/ Pessel. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Kusworo saat dihubungi beberapa hari yang lalu, Minggu (30/1/2022) angkat bicara mengenai dugaan ilegal logging di nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kalau untuk memastikan asal usul kayu tersebut tentu kita cek koordinat dulu dimana lokasi penebangan kayu nya. Sementara jika dilihat dari tumpukan kayu tersebut ditemukan dipinggir sungai tidak masuk dalam kawasan KPHL,” terang Kusworo.

Untuk itu dalam waktu dekat ini kita telah mintak resort UPTD KPHL Bukit Barisan berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan turun kelapangan. Dan, melakukan koordinasi dengan jajaran Kodim 0311/ Pessel.

Kusworo, pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan, Provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat ini akan datang ke Kodim 0311/ Pessel untuk menjalin kerjasama. Khususnya dalam rangka kelestarian ekosistem hutan dan penghijauan.

Tentu bukan solusi atau pun kesepakatan saja yang dilakukan oleh pihak terkait disini, namun ada sangksi tegas diberikan pada oknum pelaku ilegal logging itu sendiri. Karena dampak dari ilegal logging itu sendiri begitu besar untuk kehidupan masyarakat, dan ekosistem habitat satwa serta keberadaan hutan sebagai penyangga paru – paru bumi. 

“Semua harus dibuka transparan jangan hanya kepentingan oknum segelintir orang, kelompok, masyarakat terkena dampak dari ilegal logging,” harap Mario Rosy, Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP), Pesisir Selatan.

Dan, kedepan FJKIP Pesisir Selatan juga akan mengawal proses ilegal logging. Tekuknya (Raga/pendim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *