BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kasatpol PP Bukittinggi Bantah Terima Suap Dari Pedagang

Kasatpol PP Bukittinggi Bantah Terima Suap Dari Pedagang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, –Beberapa hari terakhir, publik Bukittinggi dihebohkan dengan beredarnya video pengakuan oknum Pedagang Kaki Lima, yang memberikan bayaran untuk dibolehkan berjualan di fasilitas umum.

 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bukittinggi, tegas membantah tuduhan itu dan akan segera membuat laporan pencemaran nama baik.

 

“Saya bantah dengan tegas tuduhan menerima suap dan sejenisnya dari pedagang untuk berjualan di fasilitas umum di Pasar Atas Bukittinggi. Semua data saya kumpulkan untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik ini,” ungkap Kasatpol PP Kota Bukittinggi, Joni Feri, dalam keterangan Pers-nya, Selasa,(02/9).

 

Ia menjelaskan, saat ini tengah melakukan penyelidikan internal ke seluruh personil terkait kemungkinan adanya oknum yang mencatut namanya untuk menerima suap.

 

“Kami memiliki 165 personil, 80 diantaranya petugas di lapangan. Ini semua sudah saya sampaikan dan akan ada sanksi tegas terkait kepegawaian. Saya juga siap menerima konsekuensi jika terbukti,” tegasnya.

 

Video viral di Bukittinggi itu, berisi argumen antara Kabid Satpol-PP, Ryan dengan seorang yang diduga salah satu pedagang yang mengatakan, Kasatpol-PP sudah menerima sejumlah uang untuk izin berdagang saat operasi penertiban di Pasar Atas.

 

“Inisial orang yang menuduh sudah kami dapatkan. Saya juga telah melaporkan video itu ke atasan,” ungkap Joni Feri.

 

Pencemaran nama baik itu, lanjutnya, memberikan efek negatif pada citra dan kinerja Satpol-PP serta dirinya secara pribadi, termasuk keluarga.

 

“Sejak 2001 saya mengabdi untuk Kota Bukittinggi, tidak pernah sekalipun itu (menerima suap -red) saya lakukan. Dengan sisa waktu berbakti enam tahun, saya hanya berorientasi untuk memperkuat instansi dalam pelayanan,” jelasnya.

 

Ia berharap masyarakat dapat bijak menyikapai informasi yang beredar serta tidak serta merta memandang buruk operasi penegakan peraturan daerah (Perda) yang rutin dilakukan Satpol-PP.

 

“Satpol-PP jangan dijadikan institusi yang menjengkelkan atau ditakuti, tapi kinerja kami adalah bagaimana memberikan penguatan antisipasi terjadinya pelanggaran aturan daerah. Berdagang tidak dilarang, hanya masalah lokasi yang harus dipatuhi bersama,” pungkasnya.

(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *