BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....

Kantor DPRD Dibakar, Manokwari Mencekam

JAKARTA, payakumbuhpos.com – Sejumlah akses jalan utama di ibu kota Provinsi Papua Barat ditutup sejak Senin (19/8) pagi. Situasi tersebut berimbas pada diliburkannya sejumlah karyawan hotel di Manokwari

Tadi pagi kondisi di depan hotel sempat benar-benar mencekam karena terdapat konsentrasi massa yang melakukan pembakaran di tengah jalan. Massa juga memblokade akses.

Namun demikian, saat ini jalan tepat di depan hotel sudah lebih kondusif. Meski seluruh akses menuju hotel maish diblokade massa.

“Semua akses ditutup nggak bisa lewat,” ucapnya.

Dia sendiri tidak tahu pasti bagaimana kondisi detail hotel akibat aksi di Manokwari. Termasuk mengenai kondisi para tamu hotel.

“Saya belum tahu pasti, tapi saya rasa tidak ada kepanikan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih berkumpul di sejumlah ruas jalan dan melempari perkantoran dengan batu. Massa juga membakar kendaraan roda dua dan roda empat.

Aksi protes berujung blokade dan pembakaran di Papua diduga buntut insiden di Jawa Timur 15 Agustus 2019.

Di Surabaya, sebanyak 43 mahasiswa Papua dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya. Mereka diangkut paksa oleh sejumlah aparat kepolisian dari asrama yang mereka tempati di Jalan Kalasan, Surabaya. (Nafi)
– sumber – harian indonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *