BERITA UTAMA

Pengurus Pusat Serikat Pekerja Kerah Biru Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Nusantara IV

Jakarta,- Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menghadiri undangan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) pada acara...
BERITA UTAMA

Marta Uli Emmelia: Empat Pilar Kebangsaan Sangat Diperlukan Dalam Kehidupan Bernegara

Teks foto; Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis FSP Kerah Biru-SPSI, Marta Uli Emmelia., Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Roderick Manna...
BERITA UTAMA

Pelepasan dan Perpisahan Kelas VI SD Plus Muhammadiyah Diwarnai Ketua LKAAM Payakumbuh

  Teks foto: Ketua LKAAM Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam kepada 61 siswa kelas VI SD Plus Muhammadiyah Payakumbuh...
BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...

Kantor DPRD Dibakar, Manokwari Mencekam

JAKARTA, payakumbuhpos.com – Sejumlah akses jalan utama di ibu kota Provinsi Papua Barat ditutup sejak Senin (19/8) pagi. Situasi tersebut berimbas pada diliburkannya sejumlah karyawan hotel di Manokwari

Tadi pagi kondisi di depan hotel sempat benar-benar mencekam karena terdapat konsentrasi massa yang melakukan pembakaran di tengah jalan. Massa juga memblokade akses.

Namun demikian, saat ini jalan tepat di depan hotel sudah lebih kondusif. Meski seluruh akses menuju hotel maish diblokade massa.

“Semua akses ditutup nggak bisa lewat,” ucapnya.

Dia sendiri tidak tahu pasti bagaimana kondisi detail hotel akibat aksi di Manokwari. Termasuk mengenai kondisi para tamu hotel.

“Saya belum tahu pasti, tapi saya rasa tidak ada kepanikan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih berkumpul di sejumlah ruas jalan dan melempari perkantoran dengan batu. Massa juga membakar kendaraan roda dua dan roda empat.

Aksi protes berujung blokade dan pembakaran di Papua diduga buntut insiden di Jawa Timur 15 Agustus 2019.

Di Surabaya, sebanyak 43 mahasiswa Papua dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya. Mereka diangkut paksa oleh sejumlah aparat kepolisian dari asrama yang mereka tempati di Jalan Kalasan, Surabaya. (Nafi)
– sumber – harian indonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *