BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kadis Kesehatan Yulia Masna Torehkan Capaian Gemilang untuk Lima Puluh Kota.

Sarilamak—Pasangan Bupati, Safni Sikumbang dan Wakil Bupati, Ahlul Badrito Resya, pantas bangga dan apresiasi, berkaitan sentuhan tangan dingin, pembantunya Hj. Yulia Masna, S.KM, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota, setidaknya tercatat lima program unggulan dan prioritas dibidang Kesehatan, ukir prestasi di tingkat regional.

Berdasar data yang berhasil didapati redaksisatu.sumbar diantaranya tercapainya kepesertaan BPJS di 96,4% dari jumlah penduduk, sehingga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat dan BPJS Jakarta.

Apresiasi itu biasanya melalui perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat melalui kesehatan dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari presiden RI.

Hal itu menghantar Provinsi Sumatera Barat mendapatkan penghargaan UHC (Universal Health Coverage), yakni apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil mewujudkan sistem penjaminan kesehatan semesta, memastikan setiap penduduk memiliki akses adil ke pelayanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan finansial.

Juga dengan tercapainya kepemilikan. Jamban sehat di 92 % penduduk, sehingga mendapatkan penghargaan dari gubernur Sumatera Barat. Berkat capaian itu penduduk, Kab.Lima Puluh Kota juga masuk nominasi WIWERDA ( sebuah nominasi penghargaan, bukan nama seseorang atau tim). Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil masuk dalam kategori Swasti Saba Wiwerda. Pemerintah Kabupaten/ Kota berhasil masuk dalam nominasi Swasti Saba Wiwerda dalam sebuah program kota sehat nasional.

Dalam penilaian Kabupaten / kota sehat yang baru bisa diikuti oleh 12 kab /kota di Sumatera Barat dari 19 Kabupaten kota yang ada. Dan ini sudah 4 tahun tidak bisa diikuti Kabupaten Lima puluh Kota karena belum terpenuhinya persyaratan yaitu Kepemilikan jamban sehat.

Kemudian terlaksananya tahapan pembangunan RS IKK Sarilamak yang juga salah satu program prioritas daerah, sudah dibelinya tanah, sudah tersusunnya dokumen Feasibility study, Master plan, Dokumen Amdal dan tahun 2026 menyusun DED dan akan membangun fisik rumah sakit di pusat ibu kota Sarilamak.

Sehingga nanti pembiayaan klaim rumah sakit untuk masyarakat kab.lima puluh yang mencapai 64 M /tahun dari tagihan 4 RSU ke BPJS setiap tahunnya bisa kita bawa ke RS IKK sarilamak

Kemudian dengan tercapainya beberapa program unggulan dikabupaten Lima Puluh Kota, dan meningkatnya upaya-upaya kesehatan yang menyebabkan penurunan di kasus kematian dan Kasus kesakitan,, dari Januari sampai Agustus ini tidak ada kasus kematian ibu (0) zero, kemudian peningkatan di umur harapan hidup yaitu 73,4 tahun.

Begitu juga dibidang administrasi pemerintah Luak Bungsu peroleh peringkat 2 di pemakaian Srikandi, yaitu aplikasi surat nenyurat secara elektronik, walaupun kita punya 1.600 pegawai dengan kesibukan pelayanan dan pencapaian program tetap administrasi nomor 2 dari seluruh perangkat daerah yang ada, ujar Yulia Masna yang sedang lakukan pengurusan izin belajar karena sudah lulus seleksi di program doktor bidang kesehatan masyarakat di fakultas kedokteran Universitas Andalas.

(FajriHR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *