BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Kader Posyandu Sekota Bukittinggi Diminta Kuasai 25 Kompetensi Untuk Transformasi Layanan Primer

Bukittinggi, Payakumbupos.id, — Para kader dan pengelola posyandu se Kota Bukittinggi, secara bertahap, diberikan peningkatan kapasitas dan pengelola posyandu, sebagai langkah dalam transformasi layanan primer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam lima hari, Senin (19/08) hingga Jumat (23/08).

Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kabid PSDK, drg. Sanora Yuder, menjelaskan, ILP (Integrasi Layanan Kesehatan Primer) merupakan transformasi bidang kesehatan yang digagas Kementerian Kesehatan. Pada era ILP, layanan kesehatan dilakukan berdasarkan siklus hidup, akses layanan kesehatan didekatkan ke masyarakat, dan dilakukan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) melalui kunjungan rumah ke seluruh KK di wilayah.

“Salah satu perubahan layanan kesehatan yang terjadi pada era ILP adalah layanan Posyandu. Jika pada saat ini Posyandu diperuntukan untuk ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita, namun di era ILP, Posyandu akan melayani seluruh kelompok umur (klaster siklus hidup) mulai dari ibu hami, ibu nifas, bayi, balita, remaja dan anak usia pra dan sekolah, usia produktif, sampai lansia. Kader Posyandu juga akan melakukan kunjungan rumah seluruh KK agar mendapat gambaran status kesehatan secara utuh di wilayahnya,” ungkapnya.

Hasil kunjungan rumah, selanjutnya akan dilaporkan ke Puskesmas Pembantu dan diinput oleh kader koordinator ke aplikasi satu sehat. Kemudian akan dilakukan evaluasi kader wilayah dan Pustu setiap minggu. Hasilnya akan dilaporkan dan di evaluasi di tingkat Puskesmas setiap bulan.

“Untuk itu, dalam lima hari kedepan, para kader dan pengelola posyandu diberikan pelatihan 25 keterampilan atau kompetensi dasar, yang menjangkau seluruh siklus hidup. Sehingga kader paham dengan program transfornasi kesehatan ini dan layanan pada masyarakat khususnya bidang kesehatan dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Pelatihan kader posyandu dilaksanakan secara bertahap di setiap kelurahan. Jadwal untuk pelatihan kader posyandu, telah disusun dan dilaksanakan melalui dana Global Fund Kementrian Kesehatan.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *