BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Jelang Ramadhan, MUI Payakumbuh Himbau Pengurus Masjid Pastikan Akurasi Waktu Shalat Digital

PAYAKUMBUH– Menjadi tren baru bagi setiap masjid saat ini untuk memiliki jam digital sebagai patokan masuknya waktu shalat. Namun disayangkan, berdasarkan investigasi MUI Payakumbuh disebutkan, banyak sekali penunjuk waktu tersebut yang tidak akurat.

Sekretaris Umum MUI Kota Payakumbuh, Buya H Hannan Putra Lc MA mengatakan, di Bulan Ramadhan fungsi dari mesin digital penunjuk waktu shalat itu menjadi ganda. Tidak hanya sebagai patokan waktu shalat masuk, tapi juga penanda waktu memulai dan berbuka puasa. Tentu jika penunjuk waktu itu tak akurat akan berpotensi menimbulkan kekacauan bagi orang yang berpuasa.

“Ada sebahagian masjid kami temukan yang waktu shalatnya maju 3 menit dari yang seharusnya. Jika ini dipedomani mu’azin untuk mengumandangkan azan maghrib, maka orang akan berbuka puasa sebelum waktunya. Ini bisa kacau,” papar Buya Hannan dalam diskusi dan kajian Ashar beliau, Senin (13/3/2023) di Masjid Babus Shiddiq Bonai.

Untuk itu, lanjut beliau, pengurus masjid diminta mengecek kembali akurasi mesin penunjuk waktu shalat tersebut. “Masalahnya hari ini, masyarakat awam mempercayai mesin itu secara mutlak. Kita bisa saksikan ketika azan di shalat Jum’at. Kok bisa masing-masing masjid berbeda-beda azan jum’atnya? Mu’azin tidak mau azan jika mesin penunjuk waktu di masjidnya itu belum berbunyi,” papar beliau.

*Penambahan Waktu Subuh 8 menit*
Disamping itu, MUI Kota Payakumbuh menghimbau masyarakat untuk mematuhi hasil Ijtima’ Komisi Fatwa MUI Sumbar tentang penambahan waktu shalat subuh. Sebagaimana diketahui, semenjak setahun yang lalu MUI Sumbar sudah mengeluarkan hasil ijtima’ bahwa masuknya waktu shalat subuh ditambah delapan menit dari waktu sebelumnya.

“Kita yang awwam soal ilmu falak, sebaiknya mengikut saja kepada alim ulama kita di MUI. Mereka yang mengkaji persoalan itu adalah para pakar yang bergelar profesor dan doktor,” pesan beliau.

“Apalagi soal waktu shalat subuh ini menyangkut dengan waktu memulai ibadah puasa. Kita jangan ambil resiko, karena ini menyangkut dengan sah dan tidaknya ibadah puasa orang lain,” pungkas beliau. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *