BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Jelang Pemilu, Pemkab dan Polres Solok Selatan Gelar Pertemuan di Istano Rajo Balun

Tokoh adat, ulama, Bundo Kanduang, dan cadiak pandai silaturahmi dengan jajaran kepolisian dan Bupati Solsel di Istano Rajo Balun, Selasa (5/2).

SOLOK SELATAN, payakumbuhpos.com – Menyongsong Pemilu 2019 badunsanak, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto beserta jajarannya terus melakukan koordinasi dengan stake holder terkait, guna memudahkan dan memperlancar program yang telah direncanakan dan ditetapkan sekaligus juga untuk mewujudkan pelayanan prima Polri kepada masyarakat dengan lebih mudah, cepat, nyaman dan humanis.

Terakhir, Kapolres menggelar pertemuan silaturrahim dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, tokoh agama beserta bundo kanduang di Istana Raja Balun Solok Selatan (Solsel), Selasa (5/2). Istana Raja Balun ini merupakan istana Raja adat yang dipimpin Tuanku Rajo Bagindo suku Kampai 24, satu dari empat raja yang ada di Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, Solsel.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto membuka sesi tanya jawab dengan audiensi. Hal ini sengaja dilakukan untuk mendengarkan langsung perkembangan terkini di tengah masyarakat, untuk dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti pihak Polres Solsel. Pertanyaan yang mengapung diantaranya, terkait isu narkoba, galian c dan terkait keamanan lingkungan masyarakat.

“Polisi, tidak bisa bekerja sendiri dalam melindungi, mengayomi dan mewujudkan situasi kondusif. Butuh, dukungan dan peran aktif semua unsur masyarakat. Baik itu berupa informasi, saran maupun masukan sehingga dalam melaksanakan tugas dan kinerja tidak ada lagi jarak,” ucap Imam.

Apalagi dalam menyongsong pesta demokrasi, diharapkan tidak ada kegiatan negatif yang bersifat merugikan. “Terimakasih banyak untuk Tuanku, Ninik mamak dan semua pihak yang telah memfasilitasi silaturahmi ini,” katanya.

Sementara itu Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo Balun mengungkapkan bahwa “Kegiatan bersama jajaran Kepolisian di Istano Balun ini adalah untuk pertama kalinya diadakan. Kami sangat apresiasi, inisiatif Kapolres dalam mewujudkan situasi kondusif di wilayah hukum Solsel melalui cara pendekatan, dengan para elamen tokoh masyarakat dan kaum adat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dilingkungan Istano Balun tidak ada intervensi dalam pilihan politik pada anak kemenakan. “Pilihan politik merupakan hak personal yang tidak bisa dipaksakan dan lingkungan kami juga tidak memaksakan untuk memilih pada salah satu pilihan,” ucapnya.

Ditempat yang sama Bupati Solsel, H. Muzni Zakaria mengatakan permasalahan hukum di tengah masyarakat tidak bisa dilakukan hanya oleh Polisi tapi juga butuh peran semua elemen masyarakat. “Kami melihat, ada upaya dan komitmen dari Kapolres untuk membuka diri dengan masyarakat. Secara bersama dalam menjaga Nagari dari ancaman negatif dan pengaruh yang membahayakan terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Muzni Zakaria juga mengapresiasi kepolisian atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan di kawasan Saribu Rumah Gadang, Koto Baru beberapa waktu yang lalu. “Dengan sudah ditangkapnya para pelaku sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memberikan efek jera. Jika belum terungkap, tentunya ada semacam rasa was-was karena pelaku masih berkeliaran. Saya ingin, tiap jorong menghidupkan kembali Pos Ronda atau Siskamling guna menjaga dari ancaman keamanan. Apabila ada kesulitan bisa dibicarakan ditingkat kabupaten,” ucap Muzni.

Turut hadir Wakapolres Kompol Ediwarman, Kasat Binmas Iptu Afrizal, Kapolsek, Ketua KAN ( Kerapatan Adat Nagari ) KPGD Yendri Indra, Ketua Baznas Solsel, Camat dan Wali Nagari se-kecamatan KPGD. (Mzak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *