BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Jelang Pemilu, Pemkab dan Polres Solok Selatan Gelar Pertemuan di Istano Rajo Balun

Tokoh adat, ulama, Bundo Kanduang, dan cadiak pandai silaturahmi dengan jajaran kepolisian dan Bupati Solsel di Istano Rajo Balun, Selasa (5/2).

SOLOK SELATAN, payakumbuhpos.com – Menyongsong Pemilu 2019 badunsanak, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto beserta jajarannya terus melakukan koordinasi dengan stake holder terkait, guna memudahkan dan memperlancar program yang telah direncanakan dan ditetapkan sekaligus juga untuk mewujudkan pelayanan prima Polri kepada masyarakat dengan lebih mudah, cepat, nyaman dan humanis.

Terakhir, Kapolres menggelar pertemuan silaturrahim dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, tokoh agama beserta bundo kanduang di Istana Raja Balun Solok Selatan (Solsel), Selasa (5/2). Istana Raja Balun ini merupakan istana Raja adat yang dipimpin Tuanku Rajo Bagindo suku Kampai 24, satu dari empat raja yang ada di Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, Solsel.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto membuka sesi tanya jawab dengan audiensi. Hal ini sengaja dilakukan untuk mendengarkan langsung perkembangan terkini di tengah masyarakat, untuk dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti pihak Polres Solsel. Pertanyaan yang mengapung diantaranya, terkait isu narkoba, galian c dan terkait keamanan lingkungan masyarakat.

“Polisi, tidak bisa bekerja sendiri dalam melindungi, mengayomi dan mewujudkan situasi kondusif. Butuh, dukungan dan peran aktif semua unsur masyarakat. Baik itu berupa informasi, saran maupun masukan sehingga dalam melaksanakan tugas dan kinerja tidak ada lagi jarak,” ucap Imam.

Apalagi dalam menyongsong pesta demokrasi, diharapkan tidak ada kegiatan negatif yang bersifat merugikan. “Terimakasih banyak untuk Tuanku, Ninik mamak dan semua pihak yang telah memfasilitasi silaturahmi ini,” katanya.

Sementara itu Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo Balun mengungkapkan bahwa “Kegiatan bersama jajaran Kepolisian di Istano Balun ini adalah untuk pertama kalinya diadakan. Kami sangat apresiasi, inisiatif Kapolres dalam mewujudkan situasi kondusif di wilayah hukum Solsel melalui cara pendekatan, dengan para elamen tokoh masyarakat dan kaum adat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dilingkungan Istano Balun tidak ada intervensi dalam pilihan politik pada anak kemenakan. “Pilihan politik merupakan hak personal yang tidak bisa dipaksakan dan lingkungan kami juga tidak memaksakan untuk memilih pada salah satu pilihan,” ucapnya.

Ditempat yang sama Bupati Solsel, H. Muzni Zakaria mengatakan permasalahan hukum di tengah masyarakat tidak bisa dilakukan hanya oleh Polisi tapi juga butuh peran semua elemen masyarakat. “Kami melihat, ada upaya dan komitmen dari Kapolres untuk membuka diri dengan masyarakat. Secara bersama dalam menjaga Nagari dari ancaman negatif dan pengaruh yang membahayakan terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Muzni Zakaria juga mengapresiasi kepolisian atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan di kawasan Saribu Rumah Gadang, Koto Baru beberapa waktu yang lalu. “Dengan sudah ditangkapnya para pelaku sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memberikan efek jera. Jika belum terungkap, tentunya ada semacam rasa was-was karena pelaku masih berkeliaran. Saya ingin, tiap jorong menghidupkan kembali Pos Ronda atau Siskamling guna menjaga dari ancaman keamanan. Apabila ada kesulitan bisa dibicarakan ditingkat kabupaten,” ucap Muzni.

Turut hadir Wakapolres Kompol Ediwarman, Kasat Binmas Iptu Afrizal, Kapolsek, Ketua KAN ( Kerapatan Adat Nagari ) KPGD Yendri Indra, Ketua Baznas Solsel, Camat dan Wali Nagari se-kecamatan KPGD. (Mzak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *