BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Iqbal Alan Abdullah Maju jadi Cabup Padang Pariaman

Dr. Iqbal Alan Abdullah (foto : awe)

Payakumbuhpos.com – Praktisi Pariwisata Nasional asal Pakandangan Dr Iqbal Alan Abdullah (DIA+) memberikan sinyal maju jadi calon bupati Padang Pariaman, sesuai dengan misinya mempercepat pembangunan daerah tersebut.

“Secara pribadi saya sudah mempertimbangkan kemungkinan untuk maju menjadi calon bupati Padang Pariaman. Sebab dengan jalan ini saya bisa membangun Padang Pariaman lebih cepat,” kata Iqbal Alan Abdullah di Hotel Seraton Gandaria City, Jakarta, Sabtu kemarin.

Penjelasan ini disampaikan Iqbal Alan Abdullah setelah sejumlah kalangan di Padang Pariaman mempertanyakan keikutsertaannya pada Pilbub Padang Pariaman.

Iqbal juga telah mempersiapkan berbagai hal terkait dengan pencalonan dirinya tersebut seperti komunikasi dengan parpol pengusung dan bakal calon wakilnya.

“Saya sedikit lebih serius bicara dengan kawan kawan parpol soal majunya saya sebagai calon. Sebab saya tidak ingin gagal lagi, termasuk dalam hal ini mengenai calon yang akan menjadi wakil saya,” kata Chairman Royalindo Grup ini.

Tetapi Iqbal masih menolak menjelaskan partai mana saja yang akan mengusung dirinya nanti. Begitu juga dengan siapa akan berpasangan, Iqbal juga menolak memberikan penjelasan.

“Posisi saya hari ini cuma ingin menjawab peluang maju jadi cabup dulu. Soal partai dan pasangan, nanti saya jelaskan jika sudah tepat waktunya,” tegas Iqbal.

Namun Iqbal mengakui bahwa dirinya sudah bicara dengan sejumlah parpol besar yang akan mengusung dirinya jadi cabup Padang Pariaman. Bahkan dirinya sudah diminta menjadi kader partai tersebut.

“Jadi saya diusung oleh partai tersebut nantinya bukan sebagai orang luar tetapi sebagai kader partai tersebut,” ujar lelaki bertubuh subur dan bergelar Datuak dari kaumnya di Sarang Gagak Pakandangan, Padang Pariaman.

Iqbal juga telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah calon bupati,  tetapi dia belum mau membuka identitas cawabup tersebut. Namun Iqbal memastikan bahwa cawabup tersebut adalah calon yang kompeten mendampingi dirinya.

Pengusaha pameran nasional dan internasional ini menyatakan bahwa tipikal cawabupnya tersebut adalah orang yang mengerti seluk beluk pemerintahan daerah seperti masalah politik hubungan bupati dan dewan, masalah penyusunan anggaran, masalah sosial kemasyarakatan dan tata laksana hubungan vertikal dan horisontal dengan pihak luar.

Paling terpenting dari semua kriteria di atas,  sebut Iqbal,  cawabup tersebit mesti bisa menjalankan pemerintahan secara transparan dan tidak bermain spekulasi dalam pemerintahan.

“Saya ingin cawabup yang bersih dan sosok yang beragama, tidak mengambil manfaat jabatan untuk kepentingan pribadi. Saya mau dia dan saya benar benar konsen mengurus masyarakat,” kata Iqbal.

Iqbal memaparkan bahwa dirinya lebih memfokuskan pembangunan sumberdaya manusia di semua tingkatan sebagai bagian dari proses alih generasi dan zaman.

Mantan anggota DPRRI dari Partai Hanura ini mengemukakan, pembangunan SDM di Padang Pariaman sedikit terlambat bila dikaitkan dengan perkembangan sektor informasi di era digitalisasi ini. Padahal, hampir semua elemen masyarakat telah memanfaatkan era ini sebagai pusat perkembangan ekonomi.

Selain itu, Iqbal melihat pembangunan Kabupaten Padang Pariaman tidak mempertimbangkan faktor keuntungan akumularasi dari kabupaten dan kota di sekitarnya, termasuk dengan Kota Pariaman sendiri, sebagai adik kecilnya.

“Sinergitas kabupaten dan kota berjalan sendiri sendiri. Tidak tercipta sinkronisasi program sehingga terlihat ketimpangan arah pembangunan, terutama sekali di sektor Pariwisata,” ujarnya.

Untuk itu, Iqbal menyatakan perlu MoU kabupaten Padang Pariaman dengan tetangganya dalam menyamakan persepsi tentang pembangunan. Dengan demikian kedua daerah dapat mengambil manfaat dari apa yang akan dibangun.  (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *