BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Ingin Bikin Madrasah, Taliban Hancurkan Benteng Bersejarah Berusia 170 Tahun

Bagian dari Benteng Gereshk dihancurkan Taliban untuk dibangun madrasah. (Sumber: Harvard University Fine Arts Library Via The National)

KABUL – Taliban dikabarkan telah menghancurkan bagian dari benteng bersejarah berusia 170 tahun di Distrik Gereshk, Helmand, Afghanistan pekan lalu.

Menurut saksi mata, penghancuran Benteng Gereshk tersebut dilakukan karena area tersebut akan dibangun madrasah.

“Pada dua hari terakhir, kita bisa lihat mereka (Taliban) menghancurkan sejumlah bagian dari Bala Hisar,” tutur Ahmadullah Rafiq, seorang saksi mata yang merupakan mahasiswa dari Helmand dikutip dari The National dan KompasTV Jumat (24/9/2021).

“Saat kami mempertanyakannya, mereka mengatakan akan membangun madrasah di tempat itu,” tambahnya.

Menurut penuturannya, bagian luar dari tembok utama benteng telah dihancurkan menggunakan buldoser.

Hanya bagian dari menara yang tersisa, karena penghancuran dihentikan sebelum mencapai lokasi tersebut.

Taliban sendiri memang kerap menghancurkan peninggalan bersejarah di Afghanistan yang dianggap tidak Islami.

Salah satunya adalah patung Buddha Bamiyan yang dihancurkan Taliban pada 2001.

Taliban juga menghancurkan sejumlah artefak arkeologi di Museum Nasional Kabul pada rezim pertama mereka 1996 hingga 2001.

Namun pejabat Taliban membantah terlibat dalam penghancuran Benteng di Gereshk.

Mereka menegaskan telah memerintahkan agar penghancuran tersebut dihentikan.

“Ini adalah benteng bersejarah, berusia nyaris 170 tahun dan menjadi bagian dari Afghanistan,” tutur Deputri Komite Kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq.

“Berita mengenai penghancuran itu datang dari sesepuh kami dan kami telah memerintahkan agar dihentikan,” tambahnya.

Sementara itu, sejarawan lokal, Mujtaba Mohammadi, mengatakan benteng tersebut merupakan bangunan bersejarah yang penting.

“Benteng yang berlokasi di sungai Helmand, dibangun pada masa perang Anglo-Afghan antara 1839 hingga 1842,” katanya.

“Benteng itu dinamai seperti Timurlenk dari Kerajaan Timur, dan menjadi pusat perlawanan melawan kekuatan Inggris di bawah kepemimpian Ghazi Mohammad Ayub Khan. Beberapa perlawanan penting terjadi dari benteng ini,” tambahnya.

Mohammadi yang bekerja di Departemen Kebudayaan lokal mengapresiasi respons cepat Taliban dalam menghentikan penghancuran Benteng Gereshk.

Ia meminta kelompok yang kini mengontrol Pemerintah Afghanistan itu mengambil langkah proaktif untuk mengembalikan struktur bersejarah.

“Benteng ini tak hanya miliki masyarakat Gereshk, tetapi juga seluruh Afghanistan. Ini menjadi tugas setiap warga Afghanistan untuk melindungi sejarah mereka,” katanya. /devara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *