BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...

Imid Sukses Manfaatkan Lahan Tidur, Untuk Tanaman Cabe

Payakumbuhpos.com – Banyak petani cabe sekarang yang mempergunakan lahan tidur yang selama ini tidak dikelola dengan maksimal, salah satunya Imid warga Nankodok, Kel. Tigo Koto Dibaruah, Kec. Payakumbuh Utara. Sukses dalam mengelola lahan tidur bernilai ekonomi tinggi dengan memanfaatkan lahan tersebut dengan tanaman cabe dan tanaman tumpang sari

Berdasarkan pengalaman puluhan tahun dalam bertanam cabe. Sekarang lahan cabe Imid menjadi ikon untuk percontohan dari kalangan petani daerah Nankodok dan sekitarnya

Ketika ditemui awak media payakumbuhpos.com, pada Minggu (09/02), di salah satu lahan cabenya yang luasnya berkisar 1 Ha, yang sebentar lagi siap dipanen. Imid mengatakan, kebanyakan lahan yang saya pakai ada dengan sistem kontrak dan kerjasama dengan yang punya lahan.

” Kebanyakan lahan yang saya pakai lahan tidur dan tidak dikelola dengan maksimal, lahan yang saya tanami ini sekarang ada sekitar 11.000 lubang yang telah ditanam cabe, Alhamdulillah berkat keuletan dan kerja keras, tanaman cabe ini jadi percontohan bagi para petani lainnya,” imbuh Imid

Lanjut Imid, moga para penari cabe mendapatkan perhatian terus dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Talawi Payakumbuh Utara dan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh. Dan Pendistribusian pupuk bersubsidi tepat sasaran

“Kami berharap ada bantuan alat Hand Tracktor dari pemerintah yang bisa kami pergunakan, dan kendala yang terasa sekali adalah soal pupuk, banyak para petani yang tidak terdaftar di kelompok tani sehingga sulit untk nendapatkan pupuk bersubsidi di Kota Payakumbuh.Dalam penerapannya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi pemerintah mengeluarkan Kartu Tani yang di keluarkan oleh salah satunya Bank Mandiri, ” terang Imid

Dengan harga cabe sekarang dipasaran jenis Kopay yang berkisar Rp 33.000/ Kg. Imid sukses mempekerjakan warga sekitar.

(Iskandar. M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *