BERITA UTAMA

Pelepasan dan Perpisahan Kelas VI SD Plus Muhammadiyah Diwarnai Ketua LKAAM Payakumbuh

  Teks foto: Ketua LKAAM Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam kepada 61 siswa kelas VI SD Plus Muhammadiyah Payakumbuh...
BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...

HUT Kota Payakumbuh Ke 52, Insan Seni 50 Koto Minta Pemko dan DPRD Revisi Perda Rokok

Payakumbuh — Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Payakumbuh yang ke 52, Yayasan Insan Seni 50 Koto (YISL) menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk menghadirkan terbosan untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum YISL Yongki Wahid didampingi Sekretaris Nusyirwan, Ketua Harian Ajo BM saat diwawancara media pada pembukaan Payakumbuh Barolek Godang yang diselenggarakan di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah, Rabu (14/12).

Yongki menyebut harus dilakukan revolusi kebijakan, salahsatunya merevisi Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda tersebut, sudah diterapkan sejak 10 tahun lalu ketika zaman Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zein.

Kini, Perda Nomor 15 Tahun 2011 itu sudah dilakukan perubahan menjadi Perda Nomor 4 Tahun 2015, dan salah satu isi pasal yang tertuang dalam Perda tersebut yakni melarang adanya iklan, promosi, dan pemberian sponsor.

Menurut Yongki dengan dilarangnya iklan, promosi, dan sponsor dari rokok, membuat kota yang harusnya hidup dan dikunjungi orang karena banyak iven menjadi lengang, lesu kegiatan-kegiatan pertunjukannya. Padahal, perusahaan rokok menjadi pemodal besar dalam iven-iven di daerah.

“Di kota kita banyak kafe, mereka juga punya home band dari insan seni, dengan memiliki sponsor mereka bisa terus terfasilitasi disana, hal ini harus menjadi perhatian para pemangku kebijakan,” katanya.

Ditambahkan Yongki, daerah tetangga saja yang tidak melarang sponsorship rokok, mampu menggelar iven akbar dengan mengundang banyak wisatawan-wisatawan luar daerah, tentunya kepariwisataannya semakin hidup, tansaksi UMKM meningkat.

“Kota kuliner tanpa hiburan hambar rasanya, umpama sayur tanpa garam. Kami harap kedepan di Kota Payakumbuh kembali bisa banyak digelar iven seni dan budaya, kami YISL pun siap bersinergi dengan Pemko kedepannya,” ungkapnya.

Senada, Ketua Seniman Minang Indonesia (SMI) Luak Limopuluah Mak Lenggang menyampaikan harapan yang sama, menurutnya Revisi Perda Rokok menjadi opsi solusi bagi lesunya kegiatan seni di Kota Payakumbuh, khususnya seni musik.

“Semoga terealisasikannya ini, menjadi kado dalam HUT Kota Payakumbuh ke 52, sudah saatnya kota kita kembali bergairah dengan banyak iven kepariwisataan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *