HUT ke-80 RI,315 Warga Binaan Lapas Tanjung Pati Terima Remisi Umum Dan Dasawarsa.
Lapas Tanjung Pati–Suasana haru sekaligus meriah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati, Minggu (17/8/2025). Pada momentum bersejarah ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyerahkan remisi umum dan remisi dasawarsa bagi para narapidana, serta pengurangan masa pidana umum dan dasawarsa bagi anak binaan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya Wali Kota Payakumbuh Zulmaiza, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra Dt. Rajo Mantiko Alam, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H., M.H., Wakapolres Kompol Julianson, S.H., M.H., serta seluruh jajaran Forkopimda Kota Payakumbuh. Kehadiran para pejabat daerah ini menambah kekhidmatan acara dan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan warga binaan.
Berdasarkan data yang dibacakan dalam kegiatan itu, sebanyak 141 orang narapidana memperoleh Remisi Umum (RU) dengan besaran pengurangan masa tahanan mulai dari 1 hingga 6 bulan. Sementara itu, 174 orang menerima Remisi Dasawarsa, terdiri dari 161 orang penerima Remisi Dasawarsa I, 1 orang Remisi Dasawarsa II, dan 12 orang Remisi Dasawarsa Pengganti Denda.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, Julius Barus, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberian remisi ini bukan hanya sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk penghargaan dari negara bagi warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif, disiplin, dan mengikuti program pembinaan dengan baik.
“Remisi adalah hak yang diberikan negara bagi narapidana dan anak binaan yang memenuhi syarat. Harapannya, momentum ini menjadi dorongan agar warga binaan terus memperbaiki diri, taat aturan, dan siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar Julius Barus.
Lebih lanjut, Julius Barus mengungkapkan bahwa suasana peringatan HUT ke-80 RI di Lapas Tanjung Pati tahun ini sangat meriah. Selain penyerahan remisi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan drama perjuangan dan penjajahan yang diperankan oleh anak warga binaan. Menurutnya, kegiatan seni ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga sarana pendidikan yang menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, dan cinta tanah air.
Tak hanya itu, Julius Barus juga melakukan hal unik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Lapas Tanjung Pati. Ia mengundang pedagang yang biasanya berjualan di luar Lapas untuk masuk ke dalam dan berbagi makanan dengan warga binaan. Salah satunya pedagang sate keliling dengan motor serta penjual bakso tusuk. Makanan tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada seluruh warga binaan.
“Tidak ada biaya apapun, semua warga binaan bisa menikmati. Ini bentuk kebersamaan kita merayakan kemerdekaan. Saya ingin momentum ini menjadi pengalaman yang membekas bagi mereka, bahwa kebersamaan itu indah dan berbagi itu sangat penting,” tutur Julius Barus.
Para warga binaan pun tampak sangat bahagia dan bersyukur. Mereka melambaikan bendera merah putih kecil sebagai simbol semangat kemerdekaan, sembari menikmati sajian makanan dan menyaksikan penampilan drama perjuangan. Suasana menjadi semakin meriah ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat.
Peringatan HUT RI ke-80 di Lapas Tanjung Pati ini menjadi momen bersejarah. Dengan pemberian remisi, hadirnya para pejabat daerah, penampilan seni, hingga aksi berbagi makanan, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol kebebasan bangsa, tetapi juga momentum pembinaan yang menekankan pada perubahan diri, solidaritas, dan persiapan untuk kembali menjadi bagian masyarakat yang berguna.
(FajriHR).













