BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Hasil Survey Cagub Mulai Beredar, Riza Falepi Dikerdilkan? Ini Kata DPW PKS Dan Jurnalis Senior Sumbar

Payakumbuh — Siapa calon gubernur Sumatera Barat periode 2020-2024 masih terlalu pagi rasanya saat beberapa hasil survey beberapa kandidat mulai beredar di masyarakat, baik itu melalui media sosial maupun media massa. Nampaknya Pilkada yang bakal digelar September 2020 mendatang semakin memanas. Mesin-mesin politik terus bergerak menggaet suara rakyat di ranah minang.

Salahsatu kandidat calon gubernur Riza Falepi, ketika diwawancara media via telepon, Kamis (5/3) menanggapi hal tersebut dengan mengatakan hasil survey yang beredar itu sah-sah saja, namun Riza menegaskan kalau survey yang dipublikasi terlalu awal ini mungkin saja ada muatan tertentu.

“Bagi yang mengerti dunia politik, mereka sudah paham, dan kita tidak ingin berkomentar lebih jauh. Kalau untuk pembentukan opini publik, kita juga tidak ingin mengomentari kalau itu salah, karena itu hak dari yang mengeluarkan survey dan yang membiayainya, di Minangkabau ini kita tentu sudah maklum,” kata Riza yang merupakan Wali Kota Payakumbuh.

Nah, ketika Riza ditanya bagaimana hasil survey yang dilakukan oleh timnya, Riza menyebut survey dilakukan setiap bulan, hasilnya memang tidak untuk dipublikasikan, walaupun sebenarnya hasil survey yang dilakukannya diklaim Riza jauh berbeda dengan yang beredar sekarang.

“Kita melihat ini sebagai sebuah data yang bisa diterima atau tidak, kita tidak mau membentuk opini publik. Survey yang kita lakukan ini lebih digunakan sebagai pemetaan posisi, sehingga kita tau dimana kuat dan lemahnya kita, dan bagaimana kita harus memperkuatnya dan kapan turun ke lapangan. Ini adalah cara dan strategi memenangkan suara dengan survey mencari data objektif,” ujar Riza.

Riza juga menyebut orang minang itu pintar-pintar, dalam menstrategikan pemenangan, Riza tentu tahu posisinya dan dimana bermain. Ketika ditanya lagi kenapa survey yang dilakukan Riza tidak dipublikasikan, Riza mengklaim mayoritas pemilihnya malahan bukanlah pemilih partainya yaitu PKS, karena segmen PKS banyak di Mahyeldi, Wali Kota Padang saat ini.

“Survey pemilih saya hanya sedikit yang pemilih PKS. Ditelusuri lebih jauh lagi ternyata pemilih saya adalah pemilih milenial dan emak-emak, ya mirip-mirip dengan Sandiaga Uno lah,” kata Riza kepada media.

Riza menambahkan dirinya tidak mau mempublikasi angka dari hasil survey, karena itu bukan untuk konsumsi publik, Riza hanya menyebut angkanya sudah dua digit.

“Alhamdulillah posisi kita sudah double digit, dari 4 kali survey, itu kita 2 kali berada di posisi 1 digit, namun dalam 2 bulan terakhir hasilnya berada di dua digit atau diatas 10 persen,” tutup Riza memberi keterangan.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Provinsi Sumbar Irsyad Syafar saat dimintai tanggapannya via telpon, Kamis (5/3). tentang hasil survey yang beredar mengatakan survey yang dipublis di media online atau koran susah dipercaya karena ada disainnya dan ada kandidat yang sedang dilemahkan.

“Itu lah galehnyo lembaga survey. Survey kalau masuk ke media, itu bukan digali bersama tim sukses lagi, hasilnya tidak valid,” kata Irsyad Syafar. (Tim)

Ruslan Abdul Gani, mantan jurnalis senior RCTI di Sumatera Barat turut menanggapi hal ini, dirinya mengatakan bila berbicara metode secara ilmiah, survey yang beredar dapat diakui terukur baik itu keluar saat di masa Pilkada dan Pileg.

“Cuma belakangan dalam melakukan survey sering terjadi by order. Sudah mulai cendrung seperti itu. Tentu saja itu untuk pembentukan opini masyarakat, sehingga kalau dikeluarkan by order, masyarakat akan terpengaruh. Kecendrungannya untuk pilkada ini secara keseluruhan di Indonesia, yang by order sudah menjadi tren,” ujarnya.

Menariknya, Ruslan menyebut di Sumbar beberapa calon dikerdilkan dengan survey yang kesannya by order.

“Tapi kalau kembali kepada Riza Falepi, malah untuk survey internal Riza, surveynya memang tidak di publis, malahan Riza berada di nomor 3 besar dengan dua digit, memang benar segmen pemilih Riza dari milenial dan emak-emak,” ujarnya.

“Bandingkan dengan cagub lain, malah di wilayah basisnya tidak sampai. Trennya Riza sedang naik, dia low profile dan tidak mau gembar-gembor meski elektabilitasnya meningkat, itu bukan tipenya dia,” kata Ruslan Abdul Gani. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *