BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Harga Naik Selama Ramadhan, Padang dan Bukittinggi Alami Inflasi

Kepala BPS Sumbar Dr. Sukardi saat ekspos perkembangan ekonomi Sumbar. Jen

PADANG – Gejolak harga kebutuhan bahan pokok di kota Padang menyebabkan terjadinya inflasi cukup signifikan di ibukota Provinsi Sumatera Barat ini.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat Dr. Sukardi Senin di Padang. Disebutkan Sukardi, untuk Padang Inflasi terjadi sebesar 1,43 persen. Kenaikan terjadi akibat tingginya sumbangan kelompok pengeluaran bahan makanan, transportasi, jasa keuangan dan komunikasi.

Sementara di kota Bukittinggi, juga terjadi inflasi sebesar 0,52 persen. Penyebabnya sama dengan Padang.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar April 2019, menurun 12,04 persen bila dibandingkan dengan bulan maret. Begitu juga dengan tingkat hunian hotel yang turun di bulan April sebesar 0,06 hari bila dibandingkan dengan bulan maret.

Begitu juga dengan jumlah penumpang angkutan domestik di BIM juga turun 8,81 persen bila dibandingkan bulan maret.

“Angkutan internasional juga turun 21,80 petseb di BIM, ” ujar Sukardi. (jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *