BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Hadiah HUT RI, 7 Warisan Budaya Pessel Jadi Warisan Budaya Indonesia

PAINAN – Bupati Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, H. Hendrajoni, mengungkapkan, tujuh karya budaya Kabupaten Pesisir Selatan, ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2019.

” Ini sejarah bagi masyarakat Pesisir Selatan, secara nasional karya budaya daerah kita paling banyak ditetapkan menjadi WBTB Indonesia,”kata Bupati Hendrajoni.

Dikatakan, penetapan tujuh karya budaya Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi WBTB Indonesia tahun 2019 dilakukan melalui sidang penetapan warisan budaya takbenda Indonesia pada Direktorat Warisan budaya dan diplomasi budaya Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dilakukan dari tanggal 13 sampai 16 Agustus 2019.

Dari tujuh karya budaya yang ditetapkan menjadi WBTB tersebut empat merupakan domain seni pertunjukan yaitu; Babiola, Tari Benten, Tari Sikambang dan Tari Kain

Sementara dua merupakan domain tradisi dan ekspresi yakni Anak Balam,
dan Patang Balimau dan satu berupa domain tradisi dan ekspresi lisan. Badampiang.

Ia menambahkan penetapan telah melewati sejumlah tahapan, pada Februari 2019 diusulkan 52 karya budaya WBTB dari 16 kabupaten / kota di Sumatera Barat.

Setelah diseleksi mengerucut menjadi 32 karya budaya yang disampaikan ke Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diverikisi.

Dari sanalah ditetapkan tujuh karya budaya Pesisir Selatan sebagai WTBD bersama 13 karya budaya lainnya dari beberapa kabupaten / kota di Sumatera Barat.

“Sesuai informasi dari Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid bahwa karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB akan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat ke daerah masing-masing,” kata bupati.

Sertifikat akan diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada Oktober 2019 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke Gubernur Sumatera Barat.

Kendati demikian, ungkapnya penerimaan sertifikat bukanlah tujuan akhir dan pihaknya bertekad terus melestarikan karya budaya melalui berbagai kegiatan salah satu memasukannya ke dalam kurikulum pendidikan.

Kegiatan tersebut imbuhnya juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. (r/jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *