BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Ketua IKK Joni Hendri Lepas Perantau Pulang Basamo

Payakumbuhpos.id|Jakarta - Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR Nasional

Berkat Kepedulian Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto, Perantau Suayan Tiba Dikampung Halaman

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota--- Perantau Suayan Jakarta sampai dikampung halaman (nagari Suayan), kecamatan Akabiluru, kabupaten Limapuluh Kota, disambut langsung Walinagari Suayan, Irwanul...
BERITA UTAMA

Safari Berbagai Daerah di Riau, Marta Uli Emmelia: UMKM Prioritas Utama Serikat Pekerja Kerah Biru

Jakarta - Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru (FSP Kerah Biru), Marta Uli Emmelia mengajak pekerja...
BERITA UTAMA

PAC Pasar Minggu Bersama BP2MI Sosialisasikan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Teks foto; Ketua PAC Pasar Minggu, Musta'in (ist) JAKARTA - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Pasar Minggu yang...

Gunung Kerinci Erupsi, Status Waspada

Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan Jambi dan Sumbar. Twitter @Sutopo_PN

PADANG, payakumbuhpos.com – Dua gunung api mengalami erupsi hanya dalam satu hari, Sabtu (19/12019). Setelah Gunung Agung di Karangasem, Bali, erupsi pada dini hari WITA, Gunung Kerinci di Jambi pun meletus pada pagi hari WIB.

Namun, hingga Sabtu sore ini, tidak ada letusan baru atau susulan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani di Bandung, Jawa Barat, Sabtu mencatat, erupsi Gunung Kerinci dicatat PVMBG pada pukul 07:34 WIB. “Tinggi kolom abu yang teramati sekitar 200 meter di atas puncak,” kata Kasbani.

Ketinggian kolom abunya setara 4.005 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati itu berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. “Setelah itu sampai sore ini tidak ada letusan lagi,” tukas Kasbani dilansir harianindonesia.id dari beritagar.id.

Saat ini Gunung Kerinci yang terletak di wilayah Jambi dan Sumatra Barat berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG pun merekomendasikan masyarakat dan para wisatawan di sekitar Gunung Kerinci tidak mendaki lebih dulu.

Masyarakat pun diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Dengan kata lain, radius itu masuk Zona Perkiraan Bahaya.

PVMBG juga menyarankan sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena gunung tertinggi di Sumatra (3.805 meter di atas permukaan laut) ini sewaktu-waktu bisa meletus karena masih memiliki potensi dengan ketinggian abus yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya juga menulis, Gunung Kerinci meletus kecil dengan kolom abu vulkanik 200 meter Sabtu) 19/1/2019) pukul 07.34 WIB. Kolom abu vulkanik hitam tebal, tertiup condong kearah Timur – Tenggara. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya 3 km dari puncak kawah. Belum perlu ada pengungsian. (jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *