BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Gunung Kerinci Erupsi, Status Waspada

Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan Jambi dan Sumbar. Twitter @Sutopo_PN

PADANG, payakumbuhpos.com – Dua gunung api mengalami erupsi hanya dalam satu hari, Sabtu (19/12019). Setelah Gunung Agung di Karangasem, Bali, erupsi pada dini hari WITA, Gunung Kerinci di Jambi pun meletus pada pagi hari WIB.

Namun, hingga Sabtu sore ini, tidak ada letusan baru atau susulan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani di Bandung, Jawa Barat, Sabtu mencatat, erupsi Gunung Kerinci dicatat PVMBG pada pukul 07:34 WIB. “Tinggi kolom abu yang teramati sekitar 200 meter di atas puncak,” kata Kasbani.

Ketinggian kolom abunya setara 4.005 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati itu berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. “Setelah itu sampai sore ini tidak ada letusan lagi,” tukas Kasbani dilansir harianindonesia.id dari beritagar.id.

Saat ini Gunung Kerinci yang terletak di wilayah Jambi dan Sumatra Barat berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG pun merekomendasikan masyarakat dan para wisatawan di sekitar Gunung Kerinci tidak mendaki lebih dulu.

Masyarakat pun diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Dengan kata lain, radius itu masuk Zona Perkiraan Bahaya.

PVMBG juga menyarankan sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena gunung tertinggi di Sumatra (3.805 meter di atas permukaan laut) ini sewaktu-waktu bisa meletus karena masih memiliki potensi dengan ketinggian abus yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya juga menulis, Gunung Kerinci meletus kecil dengan kolom abu vulkanik 200 meter Sabtu) 19/1/2019) pukul 07.34 WIB. Kolom abu vulkanik hitam tebal, tertiup condong kearah Timur – Tenggara. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya 3 km dari puncak kawah. Belum perlu ada pengungsian. (jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *