BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

GOR Type B Belum Selesai, Wali Kota Riza Falepi : Kita Ikuti Aturan Yang Berlaku

Payakumbuh -Sayang sekali, harapan masyarakat Payakumbuh untuk dapat menikmati berolahraga di Gedung Olah Raga (GOR) baru tertunda untuk sementara waktu. Pasalnya pembangunan GOR type B di Kelurahan Tanjung Pauh yang dilaksanakan oleh Kontraktor Niagara – Visicon KSO senilai 12 milyar lebih itu tidak selesai sesuai kontrak hingga 31 Desember 2019, artinya pihak kontraktor sudah pasti akan dikenakan sanksi untuk itu.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan dalam pengadaan barang dan jasa, sekarang semuanya melalui sistem IT, sudah online dalam penawaran proyek di seluruh Indonesia, tidak ada yang bisa direkayasa dan sifatnya terbuka, bahkan Bonafit atau tidaknya rekanan itu ditentukan oleh sistem.

“Di zaman sekarang tidak ada yang bisa ditutupi, sistem ini secara nasional ketentuannya sama dalam lelang pengadaan barang dan jasa, dan kita pasti komit untuk ikut dengan aturan,” kata Riza Falepi.

Riza menyebut jika pembangunan GOR tidak bisa diselesaikan hingga hari yang ditentukan, maka dilaksanakan eksekusi dengan semua konsekuensi pelaksanaannya dibebankan ke kontraktor sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apabila pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah diberikan, maka sesuai regulasinya kita beri tambahan waktu, bila tidak selesai juga maka kita denda dan kita blacklist,” kata Riza Tegas.

Kendati demikian, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh Andiko Jumarel saat dimintai keterangannya Kamis (30/1) sore, mengatakan ini adalah kejadian biasa, ada siang ada malam, ada daerah yang bisa selesai mengerjakan ada yang belum. Menurut data, ada 40 Kota dan Kabupaten se Indonesia yang mendapatkan pembangunan GOR type B dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), namun hanya 5 Kota/Kabupaten yang bisa menyelesaikan 100% tepat waktu dalam tempo yang ditentukan, yakni 150 hari pengerjaan.

“Terkait dengan resiko secara nominal, bagi daerah tidak ada dirugikan, negara pun tidak dirugikan. Karena kejadian ini resiko ditanggung oleh penyedia dalam bentuk denda 1/1000 dari nilai kontrak perhari dalam tempo 50 hari tambahan kesempatan untuk menyelesaikan GOR Type B ini, sesuai Perpres Nomor 16 Tahun 2018 mengenai  PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa),” kata Andiko.

Ditambahkannya, jika pekerjaannya tidak juga selesai, maka sesuai aturan, perusahaan rekanan di blacklist dan jaminan pelaksanaan sebesar 5% dari nilai kontrak akan masuk ke kas daerah.

“Memang kita akui kita sekarang tertunda untuk menggunakan GOR kebanggaan kita ini, sangat disayangkan sekali sedikit tertunda, semestinya bisa dipakai ternyata belum bisa,” kata Andiko.

Terkait dengan penyelesaian GOR ini pada tahap berikutnya, Andiko menyebut di anggaran perubahan nantinya Pembangunan GOR akan dilanjutkan, dan ini ada analisis teknisnya.

“Dengan sudah dilaksanakannya 40% GOR Type B ini terhitung 31 Desember 2019, target kita adalah 60% lagi,” ungkapnya.

Diterangkan, 40% persen dengan kondisi dinding dan balkon sudah terpasang. Sedangkan rangka atap belum terpasang, namun materialnya sudah berada di lokasi.

“Apabila rangka atap atau kuda-kuda ini terpasang, maka pengerjaannya akan berbobot 80% karena nilai material dengan pengerjaan rangka itu lebih kurang 40%,” katanya menjelaskan.

“Dalam kajian teknisnya semua ini bisa dilaksanakan dalam waktu 50 hari, termasuk 20 persen finishing,” ungkapnya.

Andiko menyebut tidak satupun pihak yang menginginkan GOR ini tidak selesai.

“Ini adalah harapan kita semua untuk memiliki sarana olahraga yang representatif di Payakumbuh, baik masyarakat, pemerintah maupun rekanan,” pungkasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *