BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Irfendi Arbi Peduli Bencana, Antar Bantuan ke Posko Wartawan

Teks foto: Irfendi Arbi Peduli Bencana, Antar Bantuan ke Posko Wartawan, Sabtu 18 Mei 2024.     Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Apa...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR Nasional PAYAKUMBUH

Dilirik Banyak Calon Untuk Berpasangan, Joni Hendri Mendaftar ke PPP dan Nasdem

Teks foto: Dilirik banyak calon untuk berpasangan, sebelum mendaftar, ketua IKK Joni Hendra berfoto dulu dengan bakal calon walikota Payakumbuh...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR TOKOH

Menyonsong Pilkada Limapuluh Kota 2024, Nama Irfendi Arbi di Demokrat Belum Tergores

Teks foto: Irfendi Arbi mendaftar, ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat kabupaten Limapuluh Kota, langsung diterima ketua DPC Demokrat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Cuaca Ekstrim dan Hujan, dr. Efriza Naldi Tetap Teruskan Niatnya Mendaftar ke PAN dan Demokrat

Teks foto: Cuaca ekstrim dan hujan dr. Efriza Naldi, SPoG tak goyah, tetap teruskan niatnya maju sebagai calon walikota Payakumbuh...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Serius Maju Menuju BA 1 M, Joni Hendri Mendaftar ke PKB, PAN dan Ngambil Formulir ke PPP

Teks foto: Joni Hendri bersama rombongan antarkan formulir pendaftaran calon walikota Payakumbuh ke DPC PKB, Senin 6 Mei 2024.  ...

Gempar, Mayat Mengapung di Danau Singkarak.

Payakumbuhpos.com- Masyarakat Jorong Biteh, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat yang tengah mengapung tanpa identitas, oleh dua pemancing ikan ditepian Danau Singkarak, sekitar pukul 00.30 wib, Sabtu (25/1) dini hari.

Informasi yang diperoleh dari tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua BPN Kacang, Maspairil menyebutkan, mayat tersebut ditemukan tak terduga oleh dua pemancing ikan bernama Edios, umur 45 th, warga Pitalah Jorong Aru Nagari Bungo Tanjung Kec. Batipuh Kab. Tanah Datar, dan Tommi Yuliarman, umur 25 th, warga Batang Harau, Jorong Kubu Nan Limo, Nagari Batipuh Baruh Kec. Batipuh Kab. Tanah Datar. 

Dikatakan Maspairil, berdasarkan informasi yang sudah ditangani pihak Kepolisian Sektor Singkarak dan Polres Solok Kota menyebutkan, sekitar pukul 23.00 Wib, kedua saksi mata datang ke TKP untuk memancing ikan. Namun sekitar pukul 00.30 wib umpan pancing mereka habis, lalu Sdr.Edios mencari udang sebagai umpan pengganti. Saat asyik mencari dengan bantuan senter, saksi mata melihat mayat mengapung dalam posisi tertelungkup sekitar 1 meter dari pinggiran danau.

Setelah melihat mayat tersebut,  Edios mengajak Tommi utk pindah lokasi pancing, namun  Edios tdk memberitahukan kepad Tommi tentang penemuan mayat tersebut dengan alasan kuatir Tommi akan takut. 

Selanjut saksi Edios pindah lokasi mancing dengan mengendari spd motor. Sekitar 100 meter dari lokasi penemuan, Edios dan Tommi berhenti sejenak di sebuah tempat makan. Lalu Edios meminta nonor hp petugas yang bisa di hubunginya kepada pemilik rumah makan tersebut, sembari memberi tahu bahwa dia melihat yang diduga merupakan mayat yang tengah mengapung  dipermukaan danau.

Setelah itu, pemilik rumah makan bersama-sama dengan saksi kembali ke TKP lalu pemilik rumah makan coba menelpon perangkat Nagari Kacang dan petugas Polsek X Koto Dibawah. Tak lama berselang, petugas Polsek dibantu masyarakat berdatangaan ke TKP untuk mengevakuasi mayat tersebut kedaratan jalan raya, dan lalu di bawa ke RSU M. Natsir Solok untuk dilakukan visum tentang penyebab kematian korban.  Dalam saku mayat tidak ditemukan identitas kependudukan yang bersangkutan.

Berdasarkan olah TKP, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 40 hingga 45 tahun, kulit sawo matang, tinggi badan sekitar lebih 165 cm, rambut pendek ikal dan hitam, berjenggot dan berkumis tipis

Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos oblong warna ungu merek details dan jaket warna coklat muda serta celana training warna hitam merek Rebok. Didalam saku jaket ditemukan uang senilai  Rp. 360.000.

Dari informasi yang diperoleh, hasil pemeriksaan dokter Betti Chasanova yang bertugas malam itu di RSU M. Natsir Solok menyebutkan, pada tubuh mayat tidak ditemukan tanda2 bekas kekerasan. Kemudian lamanya mayat sebelum ditemukan lebih kurang 3 jam, pada tubuh mayat sudah ada kaku mayat, lebam mayat sebagian sudah ada, dan adanya busa di hidung dan dimulut disebabkan oleh aspiksia atau sumbatan saluran pernafasan akibat tenggelam.

Saat berita ini diturunkan, Maspairil menyebutkan, mayat masih berada di RSU  M.Natsir, berkat gencarnya kepolisian dan warga masayarakat mengabarkan peristiwa tersebut  baik langsung maupun melalui media sosial,  akhirnya dikabarkan mayat tersebut di duga berasal dari Pesisir Selatan, dan pihak yang di duga merupakan keluarganya sudah mendatangi pihak kepolisian.

Namun tak dikabarkan secara jelas siapa nama keluarga dan status pekerjaan serta alamat asal mayat itu, hingga kenapa mayat tersebut sampai berada di TKP. Polisi dikabarkan masih melakukan identisifikasi terhadap soal ini.(id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *