BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Galodo Melanda, Musim Susah Itu Pun Tiba

Bekas longsor dilihat dari ketinggian. Ist

LIMAPULUH KOTA – Pasca terjadinya bencana galodo di Jorong Kociak dan Sikabu, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, 16 April 2019 lalu.

Sejumlah petani dan warga alami kerugian jutaan rupiah, hal ini diungkapkan Andrizal Efendi salah seorang warga yang lahannya terkena galodo atau banjir bandang tersebut, Minggu (22/4) via seluler kepada redaksi.

Menurut tim Palang Merah Indonesia, Husriatul Sandi, diperkirakan belasan hektar sawah petani gagal panen, rumah penduduk beberapa buah juga ada yang rusak.

“Kerugian sampai ratusan juta,” katanya via Whatsapp. Kendati telah seminggu pasca bencana, belum didapatkan data valid mengenai kerugian warga.

Andrizal mengharapkan ada ganti rugi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengganti modal petani yang menjadi korban bencana.

“Walaupun BPBD dan tim gabungan telah turun membantu warga, ikut membersihkan lahan mereka, kami mengharapkan ada pergantian modal tani, sehingga petani dapat bertanam kembali,” katanya. (fadli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *