BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Galodo Melanda, Musim Susah Itu Pun Tiba

Bekas longsor dilihat dari ketinggian. Ist

LIMAPULUH KOTA – Pasca terjadinya bencana galodo di Jorong Kociak dan Sikabu, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, 16 April 2019 lalu.

Sejumlah petani dan warga alami kerugian jutaan rupiah, hal ini diungkapkan Andrizal Efendi salah seorang warga yang lahannya terkena galodo atau banjir bandang tersebut, Minggu (22/4) via seluler kepada redaksi.

Menurut tim Palang Merah Indonesia, Husriatul Sandi, diperkirakan belasan hektar sawah petani gagal panen, rumah penduduk beberapa buah juga ada yang rusak.

“Kerugian sampai ratusan juta,” katanya via Whatsapp. Kendati telah seminggu pasca bencana, belum didapatkan data valid mengenai kerugian warga.

Andrizal mengharapkan ada ganti rugi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengganti modal petani yang menjadi korban bencana.

“Walaupun BPBD dan tim gabungan telah turun membantu warga, ikut membersihkan lahan mereka, kami mengharapkan ada pergantian modal tani, sehingga petani dapat bertanam kembali,” katanya. (fadli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *