BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...

Galodo Melanda, Musim Susah Itu Pun Tiba

Bekas longsor dilihat dari ketinggian. Ist

LIMAPULUH KOTA – Pasca terjadinya bencana galodo di Jorong Kociak dan Sikabu, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, 16 April 2019 lalu.

Sejumlah petani dan warga alami kerugian jutaan rupiah, hal ini diungkapkan Andrizal Efendi salah seorang warga yang lahannya terkena galodo atau banjir bandang tersebut, Minggu (22/4) via seluler kepada redaksi.

Menurut tim Palang Merah Indonesia, Husriatul Sandi, diperkirakan belasan hektar sawah petani gagal panen, rumah penduduk beberapa buah juga ada yang rusak.

“Kerugian sampai ratusan juta,” katanya via Whatsapp. Kendati telah seminggu pasca bencana, belum didapatkan data valid mengenai kerugian warga.

Andrizal mengharapkan ada ganti rugi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengganti modal petani yang menjadi korban bencana.

“Walaupun BPBD dan tim gabungan telah turun membantu warga, ikut membersihkan lahan mereka, kami mengharapkan ada pergantian modal tani, sehingga petani dapat bertanam kembali,” katanya. (fadli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *