BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...

Fraksi PAN dan Masyarakat, Minta Pusat Tentukan Kembali Tapal Batas Tanjung Pati – Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUHPOS.ID – Pemerintah Nagari dan Bamus Nagari Koto Tuo, Kec. Harau Kab. Limapuluh Kota, telorkan ” Kesepakatan Bersama” minta pemerintah pusat agar kembalikan “Tapal Batas” antara Kota Payakumbuh dan Jorong Tanjung Pati Nagari Koto Tuo- Kota Payakumbuh, sebagaimana yang telah disepakati tahun 1969 yaitunya “TEMBOK PADANG GANTIANG”.

Adapun ” Kesepakatan Bersama” yang ditanda tangani Walinagari Koto Tuo, Syahrial Dt. Sinaro Panjang dan Ketua Bamus, Abdinur. S.Sos, tanggal 01 Juli 2021.

Soalnya, ditelorkannya Kesepakatan bersama itu agar segera menentukan batas Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Lima Puluh Kota seperti dituangkan oleh Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1970 dalam Peraturan Pemerintah.

Selain dari itu juga ada surat dari Gubernur Sumatera Barat tanggal 19 September 1970, No, Desember Tahun.ll/RHS, yang isinya antara lain menghendaki harus ditentukan batas-batas kota, terutama Jalan-jalan besar yang memasuki Kota Payakumbuh, dimana nantinya akan dipasang tanda batas Kota.

Maka pada tanggal 12 Nopember 1970 , diadakan musyawarah yang
dihadiri oleh Pemda Lima Puluh Kota, Panitia realisasi, Camat Payakumbuh
camat Harau, Camat Luhak dan 15 orang wali nagari dari nagari sepadan.

Dalam Musyawarah inilah ditentukan batas-batas Kotamadya Payakumbuh
sesuai dengan “Barih Balabeh”, masing-masing Nagari yang diwarisi semenjak dahulu, yaitu

1. Batas jalan jurusan Piladang/ Bukit Tinggi, ialah di Aie Taganang atau
Kuciang Dapek (cucian mobil sekarang ), 6,7 km dari pusat kota.

2. Batas jalan Jurusan Tanjung Pati/ Pekan Baru, ialah Banda Air di
Tembok Padang Gantiang. 5,7 km dari pusat kota

3. Batas jalan jurusan Suliki, ialah sebelah utara jembatan Lampasi, 4,1 km dari pusat kota

4. Batas jalan jurusan Taram, ialah tunggua Jua, sebelah timur jembatan
Batang Sikali, 6,5 km dari pusat kota

5. Batas jurusan Batang Tabik, ialah Kincie Cino atau disebut juga Kubu
Kacang, 5.0 km dari pusat kota

6. Batas jalan arah ke Situjuah, ialah di Limau Kapeh, 6,5 km dari pusat kota.
Dan pada hari itu juga dilanjutkan pemancangan tapal batas Kotamadya
Payakumbuh yang disaksikan oleh masyarakat dan tokoh masyarakat dari
nagari yang bersepadan.

Kesepakatan ini disampaikan kepada fraksi PAN dan dibacakan dalam pendapat akhir fraksi dalam rapat paripurna setelah dibacakan dan diserahkan kepada Bupati Kab.50 Kota oleh ketua fraksi PAN Marsamova, Andesra.SH.MH.

Paripurna juga dihadiri oleh rombongan mahasiswa Unand dan UNP yang berasal dari Kab.50 Kota, demikian sebut Andes.

Dan pada rapat paripurna dibuat keputusan politik oleh DPRD Kab.50 Kota juga menindak lanjuti surat dari masyarakat Koto Tuo dan sikap politik itu tertuang dalam keputusan DPRD Ka.50 Kota dgn menolak pencaplokan daerah 50 Kota tentang tapal batas yang akan disahkan oleh gubernur dan kemendagri rencananya dideadlane, 2 Juli besok, ujar politisi partai berlambang matahari kepada wartawan.( RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *