BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Erwin Yunaz, Sosok Santun yang Menduniakan Rendang Payakumbuh

Siapapun yang bertemu dengan Erwin Yunaz pasti senang. Sosoknya yang kalem dan santun menjadi nilai lebih untuk menjadi Walikota Payakumbuh 2024-2029. Kini jabatan Erwin Wakil Walikota Payakumbuh. Walikotanya Riza Palepi.

Bisakah Erwin menggantikan Riza Palepi sebagai orang nomor satu di Kota Payakumbuh, kota sejuk yang terkenal dengan kulinermya yang paling enak di dunia ; Rendang

Mampu kah Erwin memenangkan kursi nomor satu dikota kuliner ini?

Tentu Erwin dan Tim Pemenangnya yang paham.

Erwin Yunaz

Erwin Yunaz, SE, MM, masuk bursa kandidat calon wali Kota Payakumbuh periode 2024-2029 yang diterbitkan oleh media online payakumbuhpos.id dengan link https://payakumbuhpos.id/polling-walikota-payakumbuh-2024-2029/ mulai beredar di grup-grup media-media sosial, Minggu (24/10).

Selain Erwin Yunaz, ada beberapa nama yang tak asing bagi warga Payakumbuh, antara lain Irsyad Syafar, YB Datuak Parmato Alam, Ariyanto Zein, Ahmad Ridha, Joni Hendri, Nurkhalis, Almaisyar, Supardi, Wendra Yunaldi, Yernita, dan Armen Faindal.

Erwin Yunaz saat ini merupakan Wakil Wali Kota Payakumbuh periode 2017-2022 mendampingi Riza Falepi. Nama Erwin Yunaz cukup dikenal oleh warga Payakumbuh karena sosoknya yang humble dan ramah.

Belum diketahui secara pasti, bila dipastikan ikut pada Pilkada 2024 nanti, Erwin Yunaz akan diusung oleh partai mana. Tapi, perlu publik ketahui bagaimana sepak terjang Erwin Yunaz saat telah menjadi Wakil Wali Kota Payakumbuh periode 2017-2022 ini. Beberapa hari lalu, media ini mencoba mewawancara Erwin Yunaz di Payakumbuh.

*Erwin adalah sosok perubahan bagi Lota Payakumbuh*

Perubahan besar dilakukan Erwin kepada pemerintahan di Kota Payakumbuh. Meski memiliki kewenangan yang tak seberapa dari wali kota, tetapi harus diakui bahwa sistem yang terbangun dari kakok tangan dan gagasan cemerlang yang dibawa oleh seorang Erwin Yunaz.

Sebut saja menciptakan lingkungan pemerintahan efektif dan efisian dengan adanya aplikasi bagi Aparatur Sipil Negara, yakni E-SPPD dan E-Kinerja. Aplikasi ini memberikan pengaruh kontrol bagi kinerja ASN agar bisa terus melayani masyarakat dengan profesional, sementara itu di samping menghemat keuangan daerah.

Yang paling teranyar adalah Erwin yang melakukan peralihan terbesar dan itupun sederhana yakni mengganti plat nomor mobil dinas wakil kepala daerah dari BA 5 M ke BA 2 M. Bahkan, yang dilakukan Erwin ini kemudian dilakuka oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah daerah kota/kabupaten di Sumbar.

“Selama ini, wakil kepala daerah di Sumatera Barat bernomor plat BA 5, dan ini sudah berlangsung 17 tahun lalu sejak adanya pemilihan kepala daerah melalui Pilkada. Logika saja, Presiden adalah RI 1 dan Wakil Presiden adalah BA 2, tak mungkin RI 5. Selama ini tak ada yang berani mengeksekusi itu. Inilah realitanya, bagaimana pemikiran sederhana ini, bagi orang biasa luput dari pikirannya, tapi ini menjadi icon perubahan di Kota Payakumbuh,” kata Erwin.

Berkat kepiawaannya dalam dunia managemen bisnis, Erwin juga yang berhasil membranding Kota Payakumbuh, yakni menjadikan Randang sebagai icon kota, sehingga saat ini Kota Payakumbuh telah dibranding menjadi City of Randang. Braning ini memberikan dampak besar bagi perkembangan pelaku UMKM di Kota Payalumbuh.

“Membangun sebuah branding, tentu butuh biaya mahal. Tapi kita akui, kita hanya luput dari pemberitaan. Kerjaan selama ini merupakan kerjaan besar. Mengasah otak dan kemampuan menjadi sebuah brand icon besar adalah keahlian, ini adalah personal skill. Disamping itu, menjalankan peran seorang wakil wali kota, ketahanan mental tentu diperlukan, apalagi mendekati masa pilkada, tentu akan ada ancaman dari pihak rival politik kita,” kata aku Erwin.

Masa kecil Erwin Yunaz, SD di Payakumbuh, Sang Ayah wafat, lalu pindah ke Asahan

Erwin dilahirkan menjadi seorang anak dari lingkungan keluarga dan budaya yang sangat kental agamanya, wajar saja karena memang orang minang dikenal dengan keislaman yang baik sejak dulu, banyak juga tokoh Islam yang hadir dalam konstalasi Nasional baik pra maupun pasca kemerdekaan Indonesia.

Bersekolah di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat sampai dengan kelas lima sekolah dasar dipenuhi dengan kasih dan sayang kedua orang tua, namun Erwin harus menerima takdir Allah SWT lebih sayang kepada ayahnya. Sang ayah meninggal dunia ketika Erwin duduk dikelas lima SD.

“Ini sungguh perjalanan hidup yang berharga dan membuat kedewasaan dan cara pandang saya berubah, saya menjadi pribadi yang lebih bekerja keras karena kenyataan itu, saya sadari betul bahwa perjalanan usia kecil saya tanpa seorang ayah tidaklah mudah, saya boleh lagi banyak bermain, saya harus mengejar masa depan dan memastikan bahwa saya akan menjadi manusia yang sukses di masa yang akan datang,” kata Erwin Yunaz saat itu dengan mata berkaca-kaca.

Kemudian, Erwin juga mengalami berpindah-pindah kota tempat untuk belajar, sekolah dasar di Kota Payakumbuh, sementara memasuki sekolah menengah pertama (SMP) dihabiskannya di Asahan, Erwin ikut dengan abangnya yang kebetulan bekerja di Perusahaan Inalum hingga masuk ke Program Studi Grafika di Universitas Indonesia dan mendapatkan gelar Diploma serta melanjutkan Sarjana Manajemen Marketing dari Sekolah Tinggi Manajemen Kosgoro kini menjadi Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 dan itupun di Jakarta.

“Kemampuan Grafika dan kesempatan belajar Ilmu Marketing di Perguruan Tinggi yang dibentuk oleh orang-orang hebat di organisasi Kosgoro 1957 membuat perpaduan keilmuan yang saya miliki menjadi lebih lengkap, karena memang perkuliah di Stima Kosgoro dilakukan pada malam hari membuat aktivitas saya bisa lebih fleksibel, saya tetap bisa bekerja dan saya bisa pula sambil melaksanakan aktivitas perkuliahan,” papar Erwin dengan mantap.

Dari kuliah, menjadi orang penting di perusahaan, sering ke luar negeri

Sambil berkuliah Erwin Juga membantu usaha kakaknya yang bergerak pada bidang percetakan, pekerjaan ini membuatnya bisa langsung mengimplementasikan ilmu grafika yang pernah dipelajari sebelumnya, serta mendalami serta menyesuaikan antara praktek di lapangan.

“Dengan ilmu yang saya pelajari sebelumnya diperkuliahan, tidak hanya itu, saya jadi memahami permintaan konsumen dan lebih tau betul apa yang sebenarnya diharapkan oleh konsumen. Dalam artian saya belajar juga tentang psikologi konsumen terkait aktivitas percetakan dan grafika ini, beberapa waktu sambil berkuliah dan bekerja, kemampuan Grafika dan Marketing saya menjadi lebih matang, hal itu membuat Perusahaan asal Swiss bernama PT. Edward Keller Indonesia melirik saya dan memberikan kesempatan untuk bisa bekerja pada perusahaan itu,” kata Erwin.

Posisi terakhir yang Erwin tempati adalah sebagai seorang Branch Manager di Perusahaan tersebut, sebenarnya itu bukan perusahaan pertama Erwin, ada juga perusahaan lain sebelumnya yang menjadi tempatnya bekerja.

Latar belakang dan produk knowledge yang baik dibidang Grafika, membuat perusahaan membutuhkan kapasitas Erwin, di Perusahaan tersebut ada program dimana jika ada seorang karyawan yang memiliki bakat lebih akan diberangkatkan ke banyak kota maupun Negara dalam rangka melakukan studi banding antar perusahaan bahkan untuk belajar non formal untuk mendalami ilmu Grafika tersebut, dikarenakan Erwin memiliki Produk Knowledge yang baik di bidang grafika, membuat Erwin seringkali terpilih menjadi orang yang dikirim perusahaan baik di dalam Negeri maupun di luar negeri.

“Beberapa kali saya keluar Negeri seperti Prancis, Inggris, German dan lain sebagainya dan akhirnya perusahaan mengirim saya untuk mengikuti pelatihan tersebut di Ohiio Amerika Serikat untuk mendalami ilmu tentang grafika tersebut. Berbulan-bulan saya belajar dan hasil dari program pelatihan tersebut saya menjadi ahli tekhnologi Flexograpgy yang hingga saat ini sangat sedikit jumlahnya terutama di Indonesia,” papar Erwin.

Erwin Kembali Ke Indonesia

Sekembalinya Erwin ke Indonesia, dia banyak menghabiskan waktu di Surabaya karena kebutuhan perusahaan. Meskipun Dia tinggal di Surabaya, tapi waktu Erwin juga banyak dihabiskan di beberapa Kota-Kota di Indonesia maupun di luar negeri, tentu itu konsekuensi bekerja di sebuah perusahaan Multi Nasional.

Selanjutnya, orang yang mengenalkan Erwin dengan Organisasi Kosgoro 1957 adalah kakaknya yaitu Haswan Yunaz yang merupakan kader militan dari organisasi tersebut, Haswan sempat memimpin Gerakan Mahasiswa Kosgoro dan menjadi Ketua Umum di era tahun 90an, kesempatan berproses di Kosgoro 1957 tidak disia-sia kan oleh Erwin, mengingat Dia melihat betul bahwa Kosgoro 1957 ini merupakan Organisasi yang sangat banyak para pemikir, penggerak dan tokoh-tokoh nya yang kini bisa dilihat sepak terjangnya hari ini.

“Saya memahami bahwa perjuangan dan rencana pendirian Organisasi ini merupakan rencana besar yang pada akhirnya akan melahirkan pula orang-orang besar, saya menganggap bahwa saya harus terus berjuang, didalam organisasi ini pula saya melihat banyak pejuang-pejuang, karena dirasa cocok maka kenapa tidak sesama pejuang kita bergabung untuk berproses bersama-sama di Organisasi Kosgoro 1957,” tukuk Erwin.

Kok bisa ikut mencalonkan diri pada Pilkada 2017 lalu?

Tentu pembaca bertanya, Erwin yang dikenal masyarakat luas adalah seorang Wakil Wali Kota Payakumbuh, tapi selama ini menghabiskan waktu banyak di luar Kota Payakumbuh umumnya di Sumatera Barat, bahkan sejak sekolah menengah pertama Dia sudah tidak tinggal di Payakumbuh, bagaimana mungkin bisa dikenal bahkan sampai dipilih dalam kontestasi pilkada dalam rangka pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Payakumbuh?

Hal yang menarik untuk banyak diketahui bahwa meskipun Erwin meniti karir di luar dan bekerja di luar, tapi Dia selalu sempatkan untuk hadir, membangun infrastruktur untuk kebutuhan Human Resource di Kota Payakumbuh, di era 2008 sampai dengan 2017an Dia banyak habiskan waktu untuk sering pulang ke Kota Payakumbuh, bukan cuma itu, Erwin juga membentuk sebuah Perguruan Tinggi di Payakumbuh bernama Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jaya dan membentuk Yayasan yang bergerak pada bidang Sosial, Politik dan Keagamaan.

Tidak jarang Erwin hadir ditengah-tengah masyarakat untuk sekedar menyapa dan membantu masyarakat Kota Payakumbuh sesuai dengan kemampuannya, bahkan sebelum maju sebagai calon Wakil Wali Kota Payakumbuh, Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jaya sudah beberapa kali diajak bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk membangun kesadaran terutama dalam lingkup pemuda, agaknya proses itu pula yang membuat Erwin memiliki posisi yang cukup diperhitungkan dalam Kontestasi Pilkada yang akan dilaksanakan pada 2017 lalu di Payakumbuh.

“Dari segi sosial kemasyarakatan saya sudah berbuat sesuai yang saya bisa, secara politik banyak yang membaca bahwa kehadiran saya sebagai pemimpin di sana akan memberikan keuntungan terhadap Kota Payakumbuh, sebab saya dikenal masyarakat luas orang yang memiliki jejaring dengan Tokoh Nasional, tentu jejaring dengan tokoh Nasional ini saya dapatkan karena saya bergabung di Organisasi Kosgoro atau yang dikenal sekarang dengan Kosgoro 1957,” kata Erwin.

Erwin merasakan betapa bermanfaat dan sangat luar biasanya Organisasi Kosgoro 1957 ini, membuatnya memiliki posisi tawar dalam perpolitikan. Akhirnya dia maju berpasangan dengan Riza Falepi ST, MT sebagai Calon Wali Kota dan Erwin Yunaz sendiri sebagai calon Wakil Wali Kota Payakumbuh, dan akhirnya mereka pun terpilih menjadi kepala daerah di Kota Payakumbuh periode 2017-2022.

Bagaimana Dinamika Pilkada Menurut Erwin?

Dinamika ketika proses pemilihan banyak juga dialami Erwin, penolakan dari pendukung lawan politiknya dan penggiringan bahwa Dia dianggap tidak memahami terkait pembangunan yang ada di Kota Payakumbuh dengan alasan dikarenakan Dia tidak banyak menghabiskan waktu di Kota Payakumbuh menjadi sebuah narasi yang dibawa, tapi Erwin memaklumi hal itu, mengingat ini adalah kontestasi politik.

“Padahal butki bahwa dedikasi saya nyata untuk Payakumbuh tergambar jelas dengan berdirinya beberapa yayasan pendidikan, sosial dan keagamaan di kota tersebut, untung saja saya cukup dewasa, kedewasaan politik justru tumbuh dikarenakan saya banyak belajar dari senior-senior saya di Kosgoro dan Partai Golkar, terutama pada Bang Akbar Tanjung, Agung Laksono, Syamsul Bachri, Rambe Kamaruzaman dan abang saya sendiri yaitu Haswan Yunaz,” papar Erwin.

Disini, Erwin merasa penting sekali karena anak-anak muda terutama yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kosgoro 1957 dapat belajar dan berproses bagaimana memupuk kedewasaan dalam berpolitik, dan juga tidak lupa membangun jiwa Profesionalitas dalam berkarya, agar tidak hanya bisa berbicara tetapi juga membuktikan bahwa mereka bisa berkarya.

“Karena keseimbangan dalam Retorika dengan Disiplin Keilmuan sangat dibutuhkan agar bisa menjadi modal untuk dipercaya oleh Masyarakat yang memilih kita sebagai seorang pemimpin,” ucapnya.

Masa menjadi Wakil Wali Kota

Masa-masa Erwin menjalani tugas sebagai Wakil Wali kota dijalankannya dengan sebaik-baiknya, amanah yang diberikan rakyat untuk menjadi pelayan bagi masyarakat diupayakannya semaksimal mungkin, Erwin mencoba menjadi pemimpin yang amanah, dalam kepemimpinan yang Dia lakukan tentu Dia praktekkan sistem yang transparan dan akuntabel sehingga masyarakat bisa mengakses apa yang sedang dikerjakan oleh pemimpinnya, termasuk mendorong seluruh stake holder beserta masyarakat pada umumnya untuk bisa maju dan membangun Payakumbuh bersama-sama.

“Karena tanpa kolaborasi yang baik kami sebagai seorang pemimpin dengan seluruh stake holderyang ada maka pembangunan dirasa tidak akan bisa maksimal, saya terus mendorong pengusaha-pengusaha asal Payakumbuh untuk bisa tumbuh bersama membangun, menggerakkan roda perekonomian di Payakumbuh,” kata Erwin.

Maestro Randang itu juga teringat perkataan Agus Salim yaitu “Leiden is Leijden” yang berarti “memimpin adalah menderita”, dia menafsirkan kalau menjadi pemimpin adalah menjadi seorang yang menderita, menderita apabila tidak bisa mendistribusikan keadilan dengan sebaik-baiknya, menderita apabila ada rakyat yang tidak bisa makan, tidak bisa tertidur nyenyak karena anaknya tidak bisa berobat, tidak bisa semangat menjalani hidup karena anaknya tidak bisa sekolah.

“Saya tidak mau rakyat sama menderita selama memimpin Payakumbuh, maka dalam kepemimpinan yang sekarang sedang saya lakukan saya harus memastikan bahwa semua bisa makan, semua bisa hidup layak, semua bisa merasakan kebahagian. Meskipun berat, proses itu sedang saya lakukan, Ikhtiar yang Insya Allah akan menghasilkan takdir yang baik untuk kita semua,” pungkasnya. Tata Tanur dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *