BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Erick Thohir Disebut Bohongi Masyarakat Terkait Perolehan Keuntungan BUMN

Erick Thohir

Jakarta – Menteri BUMN, Erick Thohir mendapatkan pukulan ketika mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengungkap fakta tak terduga tentang laba perusahaan milik negara itu.

Erick Thohir diklaim membohongi masyarakat dengan pengumuman laba yang diperoleh BUMN.

Sebelumnya, Erick Thohir mengungkapkan jika BUMN mengalami pelonjakan laba sebesar 350 persen untuk tahun 2020-2021.

Namun, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube MSD, Said Didu membantah perhitungan tersebut.

Bahkan, Said Didu mengungkapkan fakta tak terduga tentang laba yang diperoleh BUMN.

“Publik harus paham, angka itu pada 2020 laba hanya RP6 triliun untuk satu semester dan sekarang naik menjadi Rp26 tirliun. Padahal, laba BUMN biasanya satu semester sudah mendekati angka Rp100 triliun,” kata Said Didu.

Menurut Said Didu, jika dengan perhitungan laba BUMN saat ini, berarti keuntungan yang diperoleh hanya sebesar 20 persen dari biasanya yang bisa mencapai Rp100 triliun.

“Ini cara memainkan angka untuk menghipnotis masyarakat. Tugas saya adalah mengawasi kebohongan-kebohongan tersebut bahwa ini pengelabuan,” ujar Said Didu.

Selain itu, Said Didu juga menyinggung terkait publikasi keuntungan dari PT Freeport.

Erick Thohir menyampaikan keuntungan yang diperoleh PT Freeport tetapi bukan dalam bentuk angka pasti, melainkan persentase.

“Sama seperti kemarin menyatakan bahwa tahun lalu laba PT Freeport naik dua kali lipat. Dia tidak tahu bahwa tahun lalu PT Freeport hampir tidak berproduksi dan dia tidak menyebutkan angkanya. Ini pengelabuan-pengelabuan yang sering dilakukan,” ucap Said Didu. / PR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *