BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Ketua IKK Joni Hendri Lepas Perantau Pulang Basamo

Payakumbuhpos.id|Jakarta - Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di...

Dinilai Lambannya Penanganan Kasus Dugaan Perkosaan yang Melibatkan WNA Asal Cina, Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan Gelar Demo ke Polda Metro Jakarta

Payakumbuhpos.id- Jakarta – Persepsi bahwa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, seolah jadi suatu pendapat yang sahih. Banyaknya perkara hukum yang macet untuk masyarakat jelata telah semakin menegaskan stigma tersebut.

Begitu juga hal yang sama dialami L, korban perkosaan yang dilakukan Ken, WNA asal Cina, sepertinya jalan di tempat.

Karena alasan tersebut di atas. Tidak kurang puluhan peserta demo menggelar aksinya di depan Pintu masuk Polda Metro Jaya (PMJ) Jakarta tadi pagi (19/07). .

Puluhan massa yang mengaku dari Masyarakat Anti Kekerasan (AMAK) tersebut menyuarakan hak korban perkosaan untuk mendapat kepastian hukum.

Dengan tegas Amak meminta agar kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan Ken, warga negara asing asal Cina itu, tidak berlama-lama tertahan di meja penyidik. Proses hukum yang berlarut-larut, akan membuka celah bagi pelaku untuk menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, demikian disampaikan Nur Hasan, koordinator aksi ketika dikonfirmasi payakumbuhpos.id melalui whatsaap.

Selanjutnya AMAK meminta agar penegak hukum segera menetapkan Ken sebagai tersangka dan menyeret yang bersangkutan ke meja hijau.

Akibat perlakuan kekerasan seksual tersebut, sampai saat ini, L yang jadi korban, tidak hanya mengalami rasa sakit secara fisik. Tapi, jauh lebih serius adalah akibat traumatis yang ditimbulkan.

Meskipun laporan sudah diproses pihak PMJ sejak empat bulan yang lalu.
Tapi, sampai saat ini, status terlapor belum juga ditetapkan sebagai tersangka. Padahal dua alat bukti permulaan yang cukup- seperti yang diamanatkan undang-undang- untuk memutuskan bahwa Ken adalah tersangka sudah terpenuhi, jelas Nur lebih menutuo pembicaraan.

(Rzt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *