BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Didukung Banyak Kada, TKN: Elektabitas Jokowi Masih Kecil di Sumbar

JAKARTA, payakumbuhpos.com – Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) mewaspadai elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sumatra Barat. Sebab melalui survei internal, belum ada lonjakan elektoral di wilayah itu.

Padahal, pasangan nomor urut 01 ini, di Sumbar mendapat dukungan dari lebih separoh kepala daerah (kada) di) Sumbar. Butuh usaha dan kerja keras TKN tampaknya.

“Data yang ada sama kita di Sumatera Barat, Pak Jokowi seperti pemilu tahun lalu seperti itu. Maksudnya belum beranjak secara signifikan,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Kamis, 6 Desember 2018 seperti dikutip Medcom

Karding menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Misalnya faktor sejarah, ketokohan dan faktor lain. Namun, pihaknya tetap percaya diri bisa meraih suara banyak di Sumbar.

Salah satu cara yang bakal ditempuh, kata dia, menggencarkan sosialisasi kinerja Jokowi 4 tahun belakangan. Cara itu, kata dia, bisa memancing respons masyarakat, khususnya membuat mereka lebih rasional dan terbuka dalam melihat pasangan calon nomor 01.

Selain Sumbar, Karding manyebut elektabilitas Jokowi di Jawa Barat meningkat. Merujuk pada jajak pendapat berbagai lembaga survei, kenaikan elektoral juga terjadi di wilayah lain yang selama ini rajin dikunjungi pasangan calon.

“Jawa Barat kami sudah menang di atas dua poin dan di daerah lain naik signifikan,” kata dia.

Karding menyebut, salah satu keberhasilan elektoral di Jawa Barat karena Ma’ruf Amin rajin melakukan kunjungan. Strategi tersebut, kata dia, mendongkrak elektabilitas paslon nomor urut 01.

Figur Ma’ruf sebagai ulama besar, dan sederet prestasi keagamaan lainnya, kata Karding, menjadi daya tarik masyarakat. TKN sendiri menyadari hal itu dan berusaha mengoptimalkan peran Ma’ruf guna mendulang suara.

“Beliau terus menerus bekerja berputar di basis pesantren muslim di Jakarta dan sekitarnya Jabar dan Banten,” tandas Karding. (Tata Tanur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *