BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Diduga Bodong, 4 Moge Pengeroyok Anggota Kodim Bukittinggi

BUKITTINGGI – Polresta Bukittinggi terus mendalami kasus penganiayaan dan pengeroyokan dua anggota intel kodim 0304 Agam, oleh pengendara motor gede (Moge) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Penyidik telah menetapkan lagi dua anggota Harley Owners Group (HOG), Siliwangi Bandung. Maka total sementara yang terlibat dalam penganiayaan anggota TNI menjadi empat orang.

Oolisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa jaket, helm, dan sepatu yang digunakan para tersangka saat melakukan penganiayaan. Sementara dari 13 motor harley davidson yang diamankan, empat harley diduga tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, kedua tersangka baru masing-masing, HS alias A (48) dan JAD alias D (26). Sebelumnya, dua orang anggota HOG Siliwangi Bandung Chapter, yaitu BS (18) dan MS (49), yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

“Penambahan tersebut ada dua tersangka, yang mana berdasarkan keterangan saksi peran dari yang dua tersebut jelas, jadi total tersangka ada empat, namun dengan keterangan tiga sebagai tersangka, dan yang 1 selaku ABH. ABH ini berumur 16 tahun, bukan 18 tahun,” kata Chairul, Senin (2/11/2020).

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan intensif, diperkirakan akan ada lagi penambahan tersangka, mengingat fakta baru keterangan sejumlah saksi/ dan alat bukti berupa rekaman video amatir warga, dan kamera CCTV di lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV milik toko pakaian di lokasi kejadian di Jalan Hamka, Simpang Tarok, pengeroyokan terjadi sekira pukul 16.53 WIB, pada Jumat 30 Oktober 2020 itu, terlihat korban Serda Mistari yang memakai masker dan celana serta jaket hitam, dianiaya oleh beberapa orang pengendara moge.

Sementara, dalam rekaman video amatir warga yang beredar sebelumnya dan viral, memperlihatkan sejumlah orang berbadan tegap menarik, memukul dan menendang kepala korban Serda yusuf, yang meringkuk di lantai toko.

Akibat penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, Serda Mistari mengalami luka pada bibir, dan Serda Yusuf bengkak di kepala sebelah kiri belakang, dan memar pada pinggang kiri.

Untuk melengkapi berkas perkara, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa jaket, helm, dan sepatu yang digunakan para tersangka saat melakukan penganiayaan.

Polisi juga menyita 13 motor Harley Davidson. Hasil pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan, sebanyak empat motor diduga tidak memiliki STNK alias bodong.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, para tersangka ditahan di rutan Polres Bukittinggi. Tersangka akan dijerat Pasal 170/ junto Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *