BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Dengan Tabungan Sampah, Pedagang Payakumbuh Bisa Bayar Sewa

Payakumbuhpos.com – Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Payakumbuh Arnel akan mempersiapkan metode pembayaran sewa toko dengan menggunakan tabungan sampah melalui bank sampah. Selasa (11/2)

Arnel mengatakan, Pengelola pasar akan bekerjasama dengan salah satu bank sampah binaan, agar sampah toko bisa dikumpulkan, dan nantinya dapat dipakai untuk biaya sewa toko. Pengurus bank sampah akan mendatangi setiap toko untuk mengumpulkan dan menghitung penghasilan dari sampah yang telah dikumpulkan. Target kami ini dapat direalisasikan tahun ini. Sehingga segala sesuatu yang ada di pasar ini berdaya guna. Hitung-hitung bisa dapat membantu pedagang.

Selain itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga tengah merancang nota kesepahaman dengan Bank Nagari dalam menggunakan sistem pembayaran non tunai untuk retribusi pasar pedagang toko. Rancangan nota kesepahaman ini agar ke depannya retribusi secara tunai berkurang dan semua pembayaran yang dikeluarkan pedagang dipastikan sesuai dengan aturan.

Ditambahkan nya, Indikasi tunai salah satu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini yang kita coba untuk kurangi. Target PAD 2020 dari retribusi pasar, kata Arnel sebesar Rp 3,03 miliar yang menurun dari tahun sebelumnya dari target Rp 3,5 miliar. Target Rp 3,5 miliar itu tidak tercapai, karena memang kawasan di bawah Kanopi Pasar Payakumbuh belum dilelang untuk mempertimbangkan pedagang kaki lima yang ada

“Saat ini semua toko yang disewakan di Pasar Payakumbuh dan Pasar Ibuh sudah penuh dan tidak ada lagi ruang untuk pedagang baru yang ingin berjualan di pertokoan,” tambah Arnel

(Iskandar. M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *