BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Demo di DPRD Sumbar Berakhir Ricuh, Massa Lemparkan Batu dan Botol Kearah Aparat

Padang – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumbar mulai berlangsung ricuh pada Senin (11/4/2022) sore.

Pantauan Padangkita.com di lokasi, massa aksi melemparkan batu dan botol minuman ke dalam Gedung DPRD Sumbar. Bahkan lemabatan batu sampai ke lantai 3 bangunan tersebut.

Lemparan tersebut dibalas ratusan polisi yang berjaga dengan menembakkan gas air mata ke arah massa aksi. Hal tersebut guna menghalau massa yang ingin mendesak masuk.

Aksi lempar batu terpantau turut merusak gedung tersebut. Beberapa titik kaca yang menjadi dinding gedung tersebut ikut pecah.

Sebelumnya sekitar pukul 15.00 WIB, massa juga membakar ban di dekat gerbang pintu masuk DPRD Sumbar arah Jalan Khatib Sulaiman. Akibatnya, asap hitam tampak mengepul dari lokasi bakar ban tersebut.

Hingga saat ini, ada ribuan mahasiswa yang telah memadati lokasi aksi tersebut. Dalam aksi kali ini demonstrasi membawa sejumlah tuntutan seperti menolak wacana penundaan pemilu dan presiden tiga periode.

Massa aksi juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak serta menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok khususnya minyak goreng.

Massa juga mendesak pemerintah membatalkan kenaikan pajak pertambahan nilai 11 persen, menunda dan mengkaji kembali UU IKN sekaligus dampak yang ditimbulkan oleh penundaan ibukota.

Massa juga menolak proyek strategis nasional karena banyak mengabaikan hak-hak rakyat. Selain itu, Massa Juga Menolak Keberadaan dan kelanjutan Otsus di Papua. Menuntut Jokowi untuk segera menarik militer non organik dan organik di Papua Barat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diminta untuk segera mencabut pengesahan daerah operasi baru di Papua.

Sebagai informasi, massa aksi sebelumnya sudah ditemui oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi. Dia berjanji untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Jakarta. Namun, setelah itu, massa aksi terus bertambah mulai berjumlah ratusan saat ditemui Supardi menjadi ribuan orang saat ini.

Pantauan Padangkita.com, jalan depan pintu masuk Gedung DPRD Sumbar yakni yang sebelah Jalan Khatib Sulaiman tampak tertutup oleh ramainya massa aksi.

Namun, ada sejumlah mobil yang berusaha tampak menembus lokasi digelarnya aksi di sisi jalan dari arah Simpang DPRD Sumbar ke arah Lamun Ombak Namun, kendaraan tersebut tampak berjalan tersendat-sendat.

 

 

Source : Padangkita

 

Editor : Abil Muhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *