BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Demo di DPRD Sumbar Berakhir Ricuh, Massa Lemparkan Batu dan Botol Kearah Aparat

Padang – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumbar mulai berlangsung ricuh pada Senin (11/4/2022) sore.

Pantauan Padangkita.com di lokasi, massa aksi melemparkan batu dan botol minuman ke dalam Gedung DPRD Sumbar. Bahkan lemabatan batu sampai ke lantai 3 bangunan tersebut.

Lemparan tersebut dibalas ratusan polisi yang berjaga dengan menembakkan gas air mata ke arah massa aksi. Hal tersebut guna menghalau massa yang ingin mendesak masuk.

Aksi lempar batu terpantau turut merusak gedung tersebut. Beberapa titik kaca yang menjadi dinding gedung tersebut ikut pecah.

Sebelumnya sekitar pukul 15.00 WIB, massa juga membakar ban di dekat gerbang pintu masuk DPRD Sumbar arah Jalan Khatib Sulaiman. Akibatnya, asap hitam tampak mengepul dari lokasi bakar ban tersebut.

Hingga saat ini, ada ribuan mahasiswa yang telah memadati lokasi aksi tersebut. Dalam aksi kali ini demonstrasi membawa sejumlah tuntutan seperti menolak wacana penundaan pemilu dan presiden tiga periode.

Massa aksi juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak serta menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok khususnya minyak goreng.

Massa juga mendesak pemerintah membatalkan kenaikan pajak pertambahan nilai 11 persen, menunda dan mengkaji kembali UU IKN sekaligus dampak yang ditimbulkan oleh penundaan ibukota.

Massa juga menolak proyek strategis nasional karena banyak mengabaikan hak-hak rakyat. Selain itu, Massa Juga Menolak Keberadaan dan kelanjutan Otsus di Papua. Menuntut Jokowi untuk segera menarik militer non organik dan organik di Papua Barat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diminta untuk segera mencabut pengesahan daerah operasi baru di Papua.

Sebagai informasi, massa aksi sebelumnya sudah ditemui oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi. Dia berjanji untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Jakarta. Namun, setelah itu, massa aksi terus bertambah mulai berjumlah ratusan saat ditemui Supardi menjadi ribuan orang saat ini.

Pantauan Padangkita.com, jalan depan pintu masuk Gedung DPRD Sumbar yakni yang sebelah Jalan Khatib Sulaiman tampak tertutup oleh ramainya massa aksi.

Namun, ada sejumlah mobil yang berusaha tampak menembus lokasi digelarnya aksi di sisi jalan dari arah Simpang DPRD Sumbar ke arah Lamun Ombak Namun, kendaraan tersebut tampak berjalan tersendat-sendat.

 

 

Source : Padangkita

 

Editor : Abil Muhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *