BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Codiak Bajua Bongak Baboli, Luak Limopuluah Punya Wakil Rakyat Di DPR RI Ibarat Pungguk Merindukan Bulan

Oleh : Fajar Malem Sitepu
Anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka

Merindu atau mendamba adalah sebuah perasaan dasar yang timbul pada setiap orang. Sepertinya tidak ada rasa itu bagi orang Luhak Nan Bungsu, buktinya 4 kali pemilu digelar, tak ada 1 pun putra/putri daerah yang berhasil meraih kursi dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat 2. Padahal, jumlah pemilihnya lebih dari 300.000 orang, seharusnya bisa meraih 2 kursi, bahkan lebih.

Secercah harapan itu mulai tampak di saat, Rezka Oktoberia, wanita cantik asal Nagari Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota akhirnya mendapatkan kursi di Senayan dengan menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Muliadi yang maju ke Pilkada Sumbar pada 2020 silam. Rezka resmi menjadi wakil rakyat di DPR RI definitif, tapi hasil dari PAW Kursi Partai Demokrat.

Secara konkrit, kita bisa melihat budaya politik masyarakat Luak Limopuluah kebanyakan masih parokial dan kaula, ciri-cirinya adalah apatis, golput, tidak terlalu peduli/bodo amat, sementara bagi yang ikut memilih hanya sekedar memilih saja, tak ingin mengawal apa yang terjadi sesudahnya, dua kelompok ini rentan menjadi korban politik pragmatis.

Sementara itu, bagi yang menganut prinsip partisipan, mereka memilih dengan logika, berdasarkan kepentingan, dan memahami bagaimana jalan kebijakan. Kelompok ini didominasi oleh orang partai, ASN, dan anggota organisasi masyarakat.

Apakah kita bisa mendapatkan solusi dari “codiak bajua bongak baboli” urang Luak Limopuluah ini?

Apakah akan terus kita biarkan daerah ini tak punya wakil rakyat di DPR RI yang akan membawa kue pembangunan dari pusat ke kampung halamannya?

Apakah mereka harus pindah basis ke kampung orang? Dibesarkan oleh orang-orang seperti kaum anshor yang menerima Rasullullah hijrah ke Madinah?

Bila ini menjadi sebuah tanggung jawab dan amanat rakyat, maka tugas kita adalah memastikan itu semua di bilik suara pada 2024. Luak Limopuluah Bangkik, Basamo Mangko Bajadi!!!

Rezka Oktoberia sebagai Putri Kebanggan Luak Limopuluah sudah membuktikan kerja nyatanya dengan langsung tancap gas membawa begitu banyak program-program dan kue pembangunan untuk masyarakat di Daerah Pemilihan Sumbar 2.

Dilansir dari media harianindonesia.id Rezka Oktoberia sukses membawa program 71 pemekaran nagari di Kabupaten Pasaman Barat, 25 nagari di Kabupaten Pasaman, dan 10 nagari di Kabupaten Agam.

Sementara itu, program pemerintah pusat lainnya juga sukses dikawal oleh Rezka seperti Beasiswa PIP untuk siswa SD, SLTP, SLTA, rehab rumah tidak layak huni, pembagian sertifikat gratis PTSL, pembangunan irigasi P3TGAI, 116 bantuan Dasawisma, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan UMKM, Program Indonesia Terang, bantuan dana pengembangan BUMNag, serta infrastruktur jalan dan jembatan.

Tugas menjadi seorang anggota dewan tidaklah mudah. Sebagai orang yang disebut wakil rakyat, dewan berkomitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi serta harapan rakyat, sehingga mereka betul-betul menjadi penyambung lidah rakyat yang memperjuangkan kesejahtaraan bagi rakyat di masa mendatang.

Hal paling indah bagi seorang wakil rakyat adalah ketika dapat berjuang dan dapat memenuhi harapan-harapan rakyat. Senyum rakyat adalah kebahagiaan mereka, bagian dari ibadahnya, seeta perjuangan untuk membangun rakyat Indonesia yang lebih baik.

Orang yang dipilih maupun diusung ke DPR RI harus memiliki kompetensi, dan integritas yang tinggi. Orang dipilih harus memiliki literasi yang baik untuk bisa membawa satu perubahan bagi masyarakat.

Pada tahun 2024 nanti anggota DPR RI itu berjumlah 580 orang. Kalau tidak memiliki kompetensi yang cukup, tidak memiliki kemampuan, tidak memiliki kecerdasan, maka wakil rakyat itu akan tenggelam di dalam 580 orang di DPR RI.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *