BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Cerita Andre Rosiade Disoraki Pendukung Jokowi Saat Kampanye di Sumbar

DHARMASRAYA, payakumbuhpos.com – Politikus Gerindra sekaligus juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade disoraki pendukung Jokowi saat kampanye di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Ia mengatakan, sekelompok orang berpakaian Jokowi-Ma’ruf menyorakinya yang sedang berkampanye di sebuah pasar. Padahal, kata dia, di tiga pasar lainnya tak ada kejadian serupa.

“Saya mengunjungi empat pasar. Di tiga pasar yakni Pasar Senggol Koto Agung Sitiung, Pasar Koto Baru, dan Pasar Pulau Punjung, sambutannya positif. Banyak masyarakat yang mengelukan Pak Prabowo,” kata Andre kepada kumparan, Minggu (24/3).

Andre menambahkan, ketika ia mengunjungi Pasar Sungai Rumbai. Andre disoraki puluhan pendukung Jokowi Amin. Andre menuding, mereka diminta oleh Bupati Dharmasraya yang merupakan kader PDIP, Sutan Riska.

“Mereka berteriak-teriak dan mencoba mengusir saya. Serta mengintimidasi masyarakat dan pedagang pasar untuk memilih Jokowi,” tutur dia.

Andre mengaku tenang menanggapi hal tersebut. Ia menyebut, pihak kepolisian dan Bawaslu menyatakan bahwa, pendukung Jokowi ini tidak mengantungi Izin untuk melakukan hal itu.

“Perilaku kubu Jokowi dan Sutan Riska ini sangat menyedihkan. Ini bukan budaya Minangkabau. Orang Minang tidak pernah melakukan budaya politik preman ini,” tutup dia.

Sumber: kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *